Agar Awet, Ketahui Cara Merawat Transmisi CVT

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 12 May 2022

Agar Awet, Ketahui Cara Merawat Transmisi CVT

momobil.id – Sebagian besar pabrikan otomotif merilis mobil barunya menggunakan transmisi otomatis dengan tipe CVT. Transmisi CVT dinilai lebih nyaman dan memberikan kemudahan dalam berkendara. Hal ini karena sistem transmisi CVT memanfaatkan dua komponen utama dalam cara kerjanya, yaitu puli dan baja. Setiap puli akan didorong dengan sistem pompa fluida sehingga tenaga yang disalurkan ke roda lebih sempurna dan menyesuaikan perubahan kecepatan serta torsi yang tepat. Oleh karena itu, percepatan kendaraan akan lebih konstan. Meskipun demikian, transmisi CVT dinilai mudah mengalami kerusakan apabila tidak dirawat dengan baik. Untuk mencegah kerusakan, berikut ini beberapa cara yang tepat untuk merawat transmisi CVT.

Perhatikan Penempatan Posisi Transmisi

Transmisi CVT biasanya memiliki mode otomatis dan manual. Bagi yang ingin berkendara dengan mode manual, pemilik mobil bisa menggeser tuas transmisi dari “D” ke “M”. Tuas transmisi CVT juga dilengkapi dengan tanda “+” untuk upshift dan “-” untuk downshift. Ketika menggunakan mode manual pada transmisi CVT, posisikan transmisi dengan baik. Apabila harus melewati jalanan menanjak, gunakan gigi rendah. Selain itu, ketika memindahkan gigi mundur ke D atau sebaliknya, pastikan mobil dalam posisi berhenti. Pemilik mobil juga disarankan untuk menurunkan transmisi tidak sembarangan agar kondisi transmisi CVT tetap awet.

Hindari Gaya Mengemudi Kasar

Salah satu cara untuk merawat transmisi CVT adalah dengan menghindari kick down tiba-tiba dan mengemudi secara agresif. Sistem transmisi CVT berporos pada puli ganda. Cara kerja transmisi CVT fleksibel, oleh karena itu pemilik mobil untuk mengendarai mobil secara halus tanpa menggeber akselerasi. Kebiasaan mengemudi agresif dapat berpotensi mengganggu cara kerja dari bagian transmisi mobil.

Baca Juga: Ini Penyebab Transmisi Mobil Matic Tidak Bisa Pindah Gigi

Penggantian Oli Transmisi CVT Secara Berkala

Agar sistem transmisi dapat bekerja secara optimal, penggantian oli transmisi perlu dilakukan secara berkala. Penggantian oli pada transmisi CVT biasanya dilakukan lebih sering ketimbang transmisi konvensional. Lakukan penggantian oli sesuai dengan ketentuan dari pabrikan. Apabila mobil sering terkena macet, lakukan penggantian oli transmisi dengan interval lebih pendek. Disarankan untuk mengganti oli transmisi pada kelipatan 30.000 km hingga 50.000 km. Selain penggantian oli transmisi, periksa juga kondisi dari komponen transmisi CVT.

Gunakan Oli Transmisi Khusus

Agar kinerja sistem transmisi CVT tetap awet, gunakan oli transmisi khusus. Oli transmisi biasa yang digunakan pada transmisi CVT tentu dapat berpotensi terjadinya selip dan performa menjadi kurang. Hal ini terjadi karena kandungan pada oli khusus transmisi CVT dan oli biasa berbeda. Oleh karena itu, pastikan menggunakan oli khusus tipe transmisi CVT.

Kurangi Melewati Medan Jalan yang Berat

Kendaraan dengan sistem transmisi CVT didesain untuk melewati jalan yang lurus dan tidak banyak rintangan. Pemilik mobil disarankan untuk mengurangi membawa kendaran melewati area yang terjal dan medan yang berat. Mobil dengan sistem transmisi CVT memiliki kemampuan menahan beban torsi dan tenaga yang tidak sekuat sistem transmisi konvensional. Jika terpaksa melewati medan yang berat, pastikan komponen transmisi CVT bekerja dengan baik dan kurangi muatan mobil yang berlebih.

mobil terkait

Rp 269.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 342.000.000

Individu

BEKASI

Rp 192.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 287.000.000

Individu

BEKASI

Rp 355.000.000

Individu

PALEMBANG

Rp 186.000.000

Individu

BEKASI


Kembali ke atas