Agar Tak Turun Mesin, Segera Ganti Timing Belt Jika Kondisinya Sudah Seperti Ini

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 14 June 2020

Agar Tak Turun Mesin, Segera Ganti Timing Belt Jika Kondisinya Sudah Seperti Ini

momobil.id – Timing belt tentunya termasuk salah satu komponen penting pada sebuah mobil. Fungsi utamanya adalah memutar camshaft atau biasa disebut noken as. Karenanya, mengingat vitalnya peran komponen ini, pemilik mobil harus mengetahui tanda atau kapan harus ganti timing belt

Sebagai penjelasan singkat, noken as memiliki peran membuka tutup valve atau klep di ruang pembakaran sesuai timing yang tepat. Sederhananya, klep tersebut digerakkan oleh noken as yang berputar, dan tugas timing belt adalah memutar noken as tersebut.

Jika timing belt rusak atau putus, maka klep dan piston bisa bertabrakan yang menyebabkan komponen internal mobil rusak parah sehingga harus turun mesin untuk memperbaikinya. Jika sudah begitu, lama perbaikannya tidak sebentar dan biayanya juga tidak murah.

Karena itulah pemilik mobil perlu mengetahui apa saja tanda bahwa timing belt sudah harus ganti agar tak menimbulkan kerusakan parah. Timing belt sendiri terbuat dari bahan karet bergerigi yang solid, komponen bergerak ini ada umur pakainya. Namun, tidak semua timing belt menggunakan bahan karet tersebut, ada juga beberapa mobil yang dipasarkan di Indonesia menggunakan timing chain.

Baca juga: Tips Parkir Outdoor agar Kabin Mobil Tetap Sejuk

Untuk mengetahui kondisi timing belt, harus membuka dulu penampang alias cover yang melindungi timing belt tersebut, tidak bisa langsung terlihat seperti halnya fan belt. Penggantian timing belt harus dilakukan secara rutin, biasanya tiap 20.000 hingga 40.000 km. Namun demikian, timing belt sebaiknya diganti jika sudah menunjukkan tanda-tanda seperti ini.

Terasa getas

Seiring berjalannya penggunaan, tingkat elastisitas timing belt akan hilang karena selalu berada pada suhu yang tinggi. Jika kelenturan timing belt sudah berkurang, maka risiko putus akan sangat tinggi dan harus segera melakukan penggantian timing belt.

Mulai kendur

Salah satu karakteristik karet yakni akan kendur jika digunakan dalam jangka waktu lama. Begitu juga timing belt, yang berisiko pada mesin karena sewaktu-waktu dapat lepas. Sekalipun tidak copot, ritme yang dihasilkan timing belt kemungkinan besar tak akan maksimal karena rendahnya daya cengkram karena sudah kendur.

Terlihat tipis

Sama seperti komponen berbahan karet lainnya seperti ban mobil, timing belt juga akan menipis seiring waktu penggunaan. Timing belt tipis akan sangat rentan putus, karena itu harus segera diganti.

Ada retakan atau pecah

Jika sudah terlihat adanya retakan pada bagian belakang (bukan bagian gerigi), maka penggantian timing belt harus segera dilakukan karena dapat putus sewaktu-waktu, dan akan sangat berbahaya karena mesin mobil dapat mati seketika kala sedang melaju.

Gerigi sudah aus

Jika geriginya sudah aus dan mulai ada yang hilang, maka harus segera melakukan penggantian timing belt. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan pegangan (grip) pada camshaft tidak maksimal.

Sumber gambar: Elite Acura



Kembali ke atas