Apa Efek Samping Mencampur BBM dalam Jangka Panjang?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 4 July 2020

Apa Efek Samping Mencampur BBM dalam Jangka Panjang?

momobil.id – Setiap pabrikan biasanya sudah memberikan rekomendasi bahan bakar minyak alias BBM pada setiap modelnya. Namun beberapa pihak memilih mencampur BBM yang memiliki perbedaan kadar oktan guna mengirit pengeluaran. Dalam jangka panjang, mencampur BBM seperti ini sebenarnya bisa menimbulkan efek samping.

Sebagai contoh, seperti dilansir Kompas.com, mobil yang seharusnya menenggak BBM dengan minimal RON 90, banyak yang mencampur BBM RON 88 dan RON 92 dengan komposisi setengah-setengah. Lewat percampuran tersebut, diharapkan kandungan BBM di dalam tangki akan mencapai titik yang diharapkan, yakni RON 90. Bagi sebagian orang, cara ini dianggap efektif, namun tidak menurut ahli.

Tri Yuswidjadjanto Zaenuri, ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, mengatakan, mencampur BBM secara sembarangan justru bisa menimbulkan efek memperpendek usia mesin mobil.

“Bahan bakar mengandung senyawa yang dapat meninggalkan deposit atau kerak pada mesin. Untuk mencegah timbulnya deposit atau kerak, BBM memiliki aditif deterjen,” ucap Yus, dalam diskusi virtual belum lama ini. Menurutnya, dengan mencampur beberapa jenis BBM menyebabkan kandungan deterjen tidak dapat bekerja secara efektif.

Jumah deterjen yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, akan membuat deposit atau kerap bertambah. “Makanya saya bilang itu salah kaprah. Kita memang bisa mendapatkan kadar oktan sesuai keinginan dengan biaya lebih rendah,” ujar Yus. “Tapi di lain sisi, terjadi juga pengenceran atau penurunan kadar aditif deterjen dalam campuran BBM tersebut,” katanya.

Baca juga: Tak Sampai Rp200 Juta, Simak Pilihan MPV Pintu Geser di Pasar Mobil Bekas

Yus menambahkan, deposit atau kerak yang tersisa di ruang bakar jika tak dibersihkan dalam memicu timbulnya beberapa masalah. Mulai dari macetnya pompa bahan bakar, kerja komponen yang bermasalah, kompresi mesin yang berkurang, tenaga mesin loyo, hingga konsumsi bahan bakar yang boros.


Kembali ke atas