Apa Saja Mitos yang Beredar di Masyarakat Seputar Mobil Listrik?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 14 August 2020

Apa Saja Mitos yang Beredar di Masyarakat Seputar Mobil Listrik?

momobil.id – Selain harganya yang masih cukup tinggi, ada beberapa alasan mengapa belum semua orang tertarik membeli mobil listrik. Salah satunya adalah kurangnya informasi yang tepat sehingga menimbulkan berbagai mitos mengenai mobil listrik.

Hyundai pernah melakukan jajak pendapat melalui OnePoll kepada masyarakat Inggris, terutama pengguna mobil bermesin diesel dan bensin. Pertanyaannya, mengapa mereka tidak mau beralih ke kendaraan listrik? Sekitar 46 persen responden mengaku khawatir dengan kinerja kendaraan listrik.

Ada juga yang beranggapan kendaraan listrik tidak aman dalam keadaan hujan atau badai petir. Kemudian sebanyak 28 persen mengakui kurang mengetahui tentang electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik.

“Sangat menarik untuk mendengar beberapa kesalahpahaman mereka tentang kendaraan listrik. Padahal mobil listrik itu sama amannya dengan mobil bensin atau diesel,” kata Sylvie Childs selaku Senior Product Manager at Hyundai Motor UK.

Mitos lain mengenai mobil listrik yang terungkap dalam survei tersebut yakni 18 persen responden mengaku merasa tidak aman jika menggunakan kendaraan listrik pada saat melewati badai petir. Kemudian sebanyak 22 persen mengatakan tidak merasa aman ketika melakukan pengisian daya pada mobil listrik.

Adapun merawat mobil listrik memang agak berbeda dibanding merawat mobil bermesin bensin atau solar. Jika mobil konvensional membutuhkan perawatan seperti mengganti oli atau membersihkan injektor, maka hal yang perlu diperhatikan pada mobil listrik adalah merawat baterai mobil listrik agar kemampuannya tidak berkurang drastis.

Baca juga: Apa Jadiya Jika Mobil Listrik Menerobos Banjir?

Pada umumnya mobil listrik maupun PHEV rata-rata memiliki garansi baterai hingga sepuluh tahun. Namun jika penggunaannya tidak benar, maka tentu bisa mempengaruhi usia pakai baterai itu sendiri.

Ketika ingin mengisi ulang baterai, sebaiknya saat posisi baterai di bawah dua puluh persen. Hal ini bertujuan untuk menghindari penurunan kinerja baterai yang lebih cepat.


Kembali ke atas