Bagaimana Penjualan Mobil Ferrari ketika Terhantam Pandemi COVID-19?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 15 November 2020

Bagaimana Penjualan Mobil Ferrari ketika Terhantam Pandemi COVID-19?

momobil.id – Dampak pandemi COVID-19 berimbas negatif pada penjualan berbagai pabrikan mobil, dan Ferrari juga termasuk yang merasakannya.

Meski semua pabrikan terdampak, masing-masing memiliki efek yang berbeda tergantung bagaimana strategi dan posisinya. Bagi Ferrari yang merupakan brand mobil sport super, krisis ekonomi yang disebabkan pandemi COVID-19 ini berdampak besar.

Tanpa adanya situasi ini saja Ferrari jarang sekali melakukan penjualan tahunan di angka ratusan ribu unit mobil. Seperti dilansir Detik.com, Ferrari mengatakan mereka hanya sanggup menjual 6.440 unit mobil mereka selama bulan Januari hingga September 2020. Tahun 2019 di periode yang sama Ferrari mampu mengirimkan 7.755 unit. Catatan tersebut dapat diterjemahkan jadi penurunan penjualan Ferrari dari Januari ke September tahun 2020 turun sebesar 17 persen dari tahun 2019 di periode yang sama.

Lebih rinci, penjualan Ferrari mengalami keterpurukan di China, Hongkong dan Taiwan. Tahun 2019 Ferrari berhasil menjual 776 unit di sana sedangkan tahun ini hanya 181 unit. Itu sama dengan penurunan sebesar 77 persen.

Mengejutkannya pasar Asia Pasifik masih tertarik dengan Ferrari di masa sulit ini. Tahun lalu Ferrari mengirimkan 1.137 unit ke kawasan ini dan tahun 2020 masih bisa mengirimkan sebanyak 1.114.

Di Amerika Serikat penjualan Ferrari turun 29 persen. Sebelumnya 2.295 unit jadi 1.653 unit. Di pasar Eropa, Timur Tengah, dan Afrika hanya turun satu persen yang mana sejauh ini sudah terjual 3.510 unit di sana.

Pada kuartal ketiga tahun ini, Ferrari mengirimkan 2.313 kendaraan, turun 161 unit, atau 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Tak Ada Oli Mesin, Perawatan Mobil Listrik Hanya Perlu Ganti Komponen Ini

Penjualan supercar bertenaga V12 meningkat 15,4 persen menurut data yang dirilis oleh Ferrari. Sementara itu pengiriman model bertenaga V8 turun 12,8 persen. Angka-angka ini tidak termasuk Roma dan SF90 Stradale, karena pengirimannya dijadwalkan baru dimulai pada kuartal keempat tahun ini.

Ferrari kehilangan produksi sebesar 2.000 unit ketika pabrik sempat dilarang beroperasi selama 7 minggu di Italia. Pabrikan berlogo kuda jingkrak ini mencoba untuk mendapatkan 500 dari total kehilangan rencana produksinya sebelum tahun 2020 berakhir.


Kembali ke atas