Begini Cara Mengemudikan Mobil Matik agar Lancar Melahap Tanjakan

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 7 June 2021

Begini Cara Mengemudikan Mobil Matik agar Lancar Melahap Tanjakan

momobil.id – Cara pengoperasiannya yang mudah yakni hanya injak rem dan gas membuat mobil matik digemari banyak orang. Meski begitu, bagi pemula yang baru mengemudikan mobil matik, mungkin menghadapi kendala ketika membawa mobil bertransmisi matik ke jalanan yang memiliki kontur banyak tanjakan.

Tidak jarang, beberapa pengemudi mobil matik masih belum memahami teknik melahap tanjakan yang benar. Akibatnya, beberapa dari mereka sering mengalami kesulitan atau bahkan gagal menanjak.

Nah bagi yang mengalami hal serupa, tak ada salahnya untuk menyimak beberapa tips melewati jalan tanjakan dengan mobil matik berikut ini. Andry Berlianto selaku instruktur Indonesia Road Safety Agent (IRSA), membeberkan setidaknya ada empat hal yang wajib dipahami para pengemudi mobil matik sebelum melahap jalan menanjak. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pahami kondisi jalan

Hal pertama yang wajib dipahami oleh pengemudi mobil matik tentu adalah kondisi jalan yang akan dilalui. Sebab, berbeda tingkat kemiringan jalan menanjak tersebut, maka berbeda juga pilihan gigi transmisi yang digunakan. “Kalau masih landai dengan kemiringan di bawah 30 derajat, sebaiknya tetap pakai gigi D saja,” ucap Andry beberapa waktu lalu seperti dilansir kumparan.

Dengan tingkat kemiringan yang masih berada di bawah 30 derajat, Andry meyakini bahwa hal itu tidak akan menyulitkan apabila masih menggunakan gigi D. “Nah jika yang akan dilaluinya sangat curam atau di atas 30 derajat tadi, maka sebaiknya sejak awal gunakan gigi D1 atau L,” sambung Andry.

Baca juga: Daihatsu Rocky Turbo Sebaiknya Minum Pertalite atau Pertamax?

Lebih lanjut, Andry juga menyarankan agar menghindari menggunakan gigi D1 atau L saat mobil sudah menanjak. Sebaiknya, apabila pengemudi sudah melihat jalan yang akan dilaluinya sangat curam, segera pindahkan tuas transmisi ke posisi D1 atau L sejak awal sebelum menanjak.

Jaga momentum putaran mesin

Selain harus memahami kondisi jalan dan penggunaan tuas transmisi, pengemudi mobil matik juga disarankan untuk menjaga putaran mesin. Hindari menginjak pedal gas secara dalam dan tiba-tiba, karena justru bisa menghilangkan momentum putaran mesin.

Cara terbaik, yakni dengan menginjak pedal gas secara bertahap atau diurut. Ini penting guna menghindari putaran mesin terlalu cepat mencapai RPM tinggi. “Sebisa mungkin pertahankan putaran mesin di RPM 3.000 sampai 5.000, jadi jangan buru-buru RPM tinggi,” ucap Andry.

Jaga jarak

Selain menyoal teknik pengoperasiannya, pengemudi mobil matik juga dianjurkan untuk selalu menjaga jarak aman saat melalui jalan menanjak. Ini penting guna menghindari mobil berhenti tiba-tiba akibat mobil di depannya yang tidak kuat menanjak.

Sebab, apabila mobil sampai berhenti di tengah jalan menanjak, dikhawatirkan mobil akan kehilangan momentum dan menjadi tidak kuat menanjak. “Jadi sebaiknya memang hindari berhenti tiba-tiba di tanjakan, apalagi kalau tanjakannya sangat curam. Malah kalau memungkinkan, sebaiknya tunggu mobil di depannya sampai benar-benar di atas, baru kita maju,” beber Andry.

Pahami kondisi mobil

Hal terakhir yang tak kalah penting untuk dipahami pengemudi mobil matik sebelum menanjak, yakni kondisi mobil itu sendiri. Apabila mobil tersebut sedang dalam kondisi tidak sehat, terutama pada sistem transmisinya, sebaiknya jangan nekat memaksakan untuk melalui jalan menanjak curam.

Pun kaitannya dengan tingkat kemiringan jalan dan kapasitas mesin. Apabila jalan yang hendak dilalui memiliki tingkat kemiringan di atas 30 derajat dan sangat ekstrem, sementara kapasitas mesin mobil hanya 1.000 cc atau 1.200 cc naturally aspirated, sebaiknya hindari memaksakan diri.

Dikhawatirkan tenaga dan torsi yang dimiliki mobil tersebut tidak akan mencukupi untuk melalui jalan yang menanjak sangat ekstrem.


Kembali ke atas