Mobil Kamu Termasuk Irit Atau Boros? Begini Cara Menghitung Konsumsi BBM

Ditulis oleh : Helen Birgitta | 15 August 2019

Mobil Kamu Termasuk Irit Atau Boros? Begini Cara Menghitung Konsumsi BBM

momobil.id – Sebagai pemilik mobil, pasti ingin atau pelu mengetahui seberapa besar angka konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang dibutuhkan oleh mobil tersebut. Angka ini akan menjadi patokan bagi pemilik mobil untuk menilai mobilnya apakah masuk dalam kategori irit atau boros. Namun, tak semua pemilik mobil mengetahui cara menghitung konsumsi mobil guna memastikan apakah mobilnya termasuk boros bahan bakar atau tidak.

Sebenarnya banyak cara untuk mengetahui apakah konsumsi BBM sebuah mobil termasuk kategori irit atau boros. Misalnya, menghitung konsumsi BBM bisa menggunakan metode full to full. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan ketika ingin menerapkan metode ini.

Isi tangki BBM hingga penuh

Isilah tangki bahan bakar mobil kamu sampai penuh di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Mengapa harus sampai penuh? Karena perhitungannya bisa tidak tepat jika tidak mengisi penuh BBM mobil kamu. Agar lebih mudah, bisa dilakukan saat pagi hai sebelum mulai beraktivitas.

Catatlah berapa kilometer odometer atau penunjuk jarak tempuh setelah mengisi penuh tangki BBM. Misalnya, jika Odometer tertera di angka 5.000 kilometer, maka catatlah angka tersebut atau lebih mudahnya beri lambang A sebagai kilometer awal.

Lakukan rutinitas sehari-hari

Kamu boleh menggunakan kendaraan seperti biasa untuk beraktivitas sehari-hari, seperti berangkat kerja, kuliah, atau lainnya. Ini termasuk langkah penting untuk menghitung konsumsi BBM ketika menjalani rutinitas harian.

Isi kembali tangki BBM

Setelah selesai beraktivitas, isi kembali tangki bahan bakar di SPBU terdekat. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui selisih penggunaan BBM, misalnya dari pagi hingga sore hari atau setelah melalukan aktivitas. Setelah mengisi bahan bakar mobil untuk kedua kalinya, catatlah berapa liter BBM yang sudah di isi. Hal ini bisa dilihat dari meteran yang ada di SPBU. Misalnya jika pengisian tertera 30 liter, maka beri lambang L sebagai indikator konsumsi BBM.

Catat angka odometer

Terakhir, catat berapa kilometer odometer mobil kamu setelah mengisi bahan bakar yang kedua tadi. Misalnya, beri lambang B untuk kilometer akhir, jika tertera 5.500 kilometer.

Baca Juga: Empat mobil listrik yang berpotensi masuk ke Indonesia

Jika kamu mengikuti langkah demi langkah, maka cara menghitungnya adalah seperti ini:


A = 5.000 Km (Kilometer Awal)
B = 5.500 Km (Kilometer Akhir)
F = 30 Liter (Indikator Konsumsi BBM) 

Rumusnya adalah : 
(B – A) / F = Hasil km/liter
(5.500 – 5.000) / 30 = 16,6 km/liter

Hasil yang didapat adalah 16,6 km/liter. Hal ini menunjukan rata-rata jarak tempuh mobil kamu, yakni konsumsi satu liter bensin bisa menempuh jarak sekitar 16,6 kilometer, dan sering disebut rasio 1:16.

Perhitungan ini tidak langsung akurat, tetapi harus dilakukan dua sampai tiga kali. Kamu juga harus memperhatikan faktor lain seperti kemacetan, membawa orang, barang atau lainnya.

Sumber gambar: driving.ca


Kembali ke atas