Benarkah Gonta Ganti Merek Oli Mesin Bisa Membuat Mobil Rusak?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 8 June 2020

Benarkah Gonta Ganti Merek Oli Mesin Bisa Membuat Mobil Rusak?

momobil.id – Ada yang mengatakan bahwa sering gonta ganti merek oli mesin mobil akan berdampak negatif pada kendaraan. Namun ada juga yang beranggapan hal ini sebenarnya tidak masalah.

Lalu, apakah benar kebiasaan gonta ganti merek oli mesin mobil akan membawa dampak negatif pada kendaraan? Menurut Head Retail Division Astra Autoparts, Indra Nugraha, mitos itu tidaklah benar. Ia menjelaskan sepanjang spesifikasi oli masih sama, pemilik mobil bebas mengganti merek oli sesuai pilihannya.

“Tidak masalah bila orang mau ganti oli A atau oli B karena faktor promosi, karena harga, atau karena ingin mencoba kualitas yang lebih baik,” ujar Indra seperti dilansir Kompas.com.

Menurut Indra, setiap produsen kendaraan hampir tidak pernah menyarankan penggunaan merek tertentu. Karena saran yang diberikan lebih ke jenis oli. Untuk jenis oli inilah yang diharapkan Indra dipatuhi oleh pemilik kendaraan. “Jangan sampai mobilnya diharuskan menggunakan oli kadar SAE 10-40, tapi malah memakai kadar SAE 0-20 karena lagi ada produk baru. Padahal belum cocok untuk kendaraan,” ucap Indra.

Baca juga: Perawatan Rem Tangan untuk Penggunaan Sehari-hari

Hal senada juga dikatakan Technical Specialist PT Pertamina Lubricants Agung Prabowo. Menurutnya tak msalah gonta-ganti pelumas mesin kendaraan asalkan tingkat viskositas atau kekentalan (SAE) dan jenis oli yang digunakan sama. Dalam artian, sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Namun Agung juga mengingatkan, bukan berarti pemilik mobil bisa gonta ganti merek oli tiap saat karena potensi kerusakannya masih ada. Pasalnya, setiap merek pelumas memiliki karakteristik, formula, dan senyawa yang berbeda. Ada zat yang diunggulkan, ada pula yang kadarnya tidak diperbanyak.

Bagi yang sering gonta ganti merek oli mesin, Agung menyarankan untuk melakukan flushing atau mengurang mesin dari endapan pelumas yang tersisa sebelum menganti dengan oli baru. Gunanya untuk menghindari adanya endapan pada mesin.

“Kalau mau seperti itu lebih baik ke bengkel langganan saja supaya aman,” ujar Agung. Agung sebelumnya juga mengimbau para pengendara untuk membeli oli sintetis yang tidak lebih dari 6 bulan dari masa pembuatannya. Saat pemakaiannya juga jangan sampai kendaraan ‘nganggur’ terlalu lama (ketika oli masih di dalam tubuh mobil atau motor).


Kembali ke atas