Benarkah Membuka Kaca Bisa Kurangi Risiko Covid-19?

Ditulis oleh : Agita Bela Hakiki | 15 December 2020

Benarkah Membuka Kaca Bisa Kurangi Risiko Covid-19?

momobil.id – Dengan masih terus bertambahnya kasus positif Covid-19 di Indonesia, tentunya semakin membuat banyak orang was-was. Bagi orang-orang yang akan bepergian, risiko tertular Covid-19 oleh orang lain masih sangat besar. Namun ada mitos jika membuka kaca mobil bisa kurangi risiko penularan Covid-19. Benarkah demikian?

Seperti yang kita tahu, penularan Covid-19 bisa terjadi melalui droplet dan udara atau airbone. Oleh karena itu, risiko penularan Covid-19 di ruangan tertutup seperti kabin mobil sangat tinggi.

Bagi pengendara mobil, memakai masker sudah jadi kewajiban saat berkendara agar mencegah penularan Covid-19. Selain itu, menurut Erlina Burhan, Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan Jakarta menjelaskan kepada redaksi Kumparan.com bahwa saat di perjalanan atau parkir, kaca mobil wajib dibuka secara rutin.

Baca juga: Beli Mobil Baru Secara Online Guna Mencegah Penyebaran Covid-19

“Karena terjadi pertukaran udara yang banyak. Jadi seandainya ada virus di dalam mobil, akan terdilusi bahkan keluar berganti dengan udara tanpa virus,” pungkas Erlina yang juga menjabat Ketua Pokja Bidang Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Hal serupa juga pernah diutarakan oleh mantan Jubir Pemerintah di bidang Covid-19, Achmad Yurianto di pertengahan 2020 lalu.

Hasil riset yang dipublikasikan oleh Science Advances dalam jurnal yang berjudul ‘Airflows Inside Passenger Cars and Implications for Airbone Disease Transmission’ membuktikan bahwa penularan virus bisa diminimalisir dengan membuka semua kaca jendela mobil.

Ilustrasi sirkulasi udara di dalam kabin saat jendela mobil dibuka
Ilustrasi sirkulasi udara dalam kabin saat kaca jendela mobil dibuka.
Dok. https://advances.sciencemag.org

Menggunakan simulasi komputer, kaca mobil yang dibuka semuanya saat berkendara akan menciptakan pola aliran udara yang secara dramatis mengurangi konsentrasi partikel aerosol di udara dari pengemudi dan penumpang. Dengan demikian, partikel aerosol di udara yang mungkin saja mengandung virus bisa tersirkulasi keluar.

Baca juga: Ini Sebabnya Mengapa Penting Memanaskan Mobil Saat WFH

Selain itu, bisa juga membuka kaca dengan pola tertentu. Bisa dibuka di semua bagian, satu sisi, satu baris, di bagian tempat duduk penumpang depan atau belakang dan di buka setengah jika memang udara di luar sedang panas.

Jadi bukan mitos lagi ya jika membuka kaca jendela mobil bisa kurangi penularan Covid-19. Namun, sebagai pengendara kita harus tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan setelah beraktivitas agar terhindar dari Covid-19.


Kembali ke atas