Benarkah Power Steering Hidrolik Lebih Tahan Banjir?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 19 July 2020

Benarkah Power Steering Hidrolik Lebih Tahan Banjir?

momobil.id – Salah satu komponen mobil yang rentan rusak ketika terendam banjir adalah power steering. Power steering lebih rentan rusak jika sudah menggunakan sistem elektrik karena bisa mengakibatkan korsleting bila terendam banjir. Lalu, muncul pertanyaan apakah artinya power steering hidrolik lebih tangguh menghadapi banjir dibanding elektrik?

Anggapan itu muncul lantaran power steering hidrolik bekerja secara mekanikal tanpa menggunakan sistem elektrik. Power steering hidrolik mengandalkan tekanan dari oli power steering untuk membelokkan roda mobil.

Meski begitu, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, Deni Adrian, menuturkan bahwa anggapan tersebut tak selamanya benar. Pasalnya, mobil dengan power steering hidrolik juga bisa rusak jika terendam banjir.

“Oli power steering ini memang berada di dalam rangkaian dengan aliran sirkulasi tertutup. Namun tidak menutup kemungkinan komponen ini rusak setelah terendam banjir,” ujar Deni kepada Kompas.com.

Deni melanjutkan, biasanya power steering hidrolik rusak karena selang atau seal karetnya sudah getas. “Rusaknya komponen ini bisa karena pemakaian atau juga karena air dari luar yang menekan hingga rembes, dan membuat oli power steering tercampur air,” jelasnya.

Adapun di luar akibat terkena banjir, power steering juga bisa mengalami kerusakan karena sebab lain. Biasanya ada gejala yang bisa dirasakan oleh pengemudi. Gejala pertama yakni kemudi yang terasa berat. Hal ini karena cairan power steering yang berkurang.

Power steering bekerja optimal dengan cairan yang memberikan tekanan pada piston di dalam rumah kemudi. Jika cairan berkurang, jumlah gaya yang dihasilkan piston akan turun. Pada saat itu terjadi, kemudi akan terasa berat dan power steering tidak banyak membantu memutar roda depan.

Baca juga: Jangan Asal Terobos! Ini Batas Aman Mobil Menerjang Banjir

Gejala kedua yakni sulit memutar setir. Sistem power steering bisa bekerja karena didukung oleh sabuk power steering (power steering belt) untuk mengoperasikan pompa penyalur minyak power steering ke rumah setir. Setiap sabuk pemutar rentan masalah jika tidak diganti secara berkala, seperti rusak, longgar, bahkan putus. Alhasil ketika sabuk power steering rusak, maka pengemudi akan kesulitan memutar setir.

Gejala ketiga yakni kemudi sulit diarahkan. Di dalam rumah kemudi terdapat mekanisme rack and pinion yang memutar roda dan dilumasi fluida power steering. Setelah penggunaan dalam waktu yang lama, komponen mekanis di dalamnya bisa rusak dan aus. Pada saat itu terjadi, kemudi akan lebih sulit diarahkan. Ciri rumah setir bermasalah biasanya kemudi terasa berat saat mobil baru dinyalakan. Setelah cairan power steering bisa melumasi seluruh bagian, barulah kemudi terasa ringan kembali.

Selain tiga gejala di atas, power steering yang bermasalah juga bisa dirasakan dengan munculnya suara mendengung. Suara mendengung ini biasanya disebabkan karena selang yang telah aus atau pompa bocor.



Kembali ke atas