Bukan Over Kredit, Begini Caranya Menjual Mobil yang Masih Nyicil

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 11 March 2020

Bukan Over Kredit, Begini Caranya Menjual Mobil yang Masih Nyicil

momobil.id – Ada beberapa pertimbangan ketika seseorang memutuskan menjual mobil. Ingin ganti model terbaru, ingin mencoba brand lain, atau karena ada kebutuhan mendesak. Bagi yang membeli mobil secara tunai, maka bisa langsung menjualnya. Namun bagi mereka yang masih memiliki cicilan kredit mobil tentu tak bisa begitu saja menjual mobilnya kepada pihak lain.

Cara yang biasa dilakukan ketika ingin menjual mobil yang masih dalam masa kredit adalah over kredit. Cara ini sebenarnya tak salah, asalkan dilakukan sesuai prosedur. Pemilik mobil bersama calon pembeli harus bersama-sama melapor kepada pihak leasing bahwa ada perpindahan kepemilikan. Dengan begitu, pihak leasing mengetahui adanya perpindahan kepemilikan kendaraan yang masih dikredit.

Namun beberapa orang ada yang melakukan over kredit di bawah tangan alias tanpa sepengetahuan leasing. Hal ini justru akan merugikan pemilik mobil sebelumnya yang masih tercatat sebagai debitur. Pasalnya, jika pembeli berikutnya telat membayar angsuran atau menghilang, maka pemilik mobil sebelumnya yang akan dikejar oleh leasing. Risiko terberatnya, kasus seperti ini bisa dibawa ke jalur hukum.

Jika ragu melakukan over kredit, apakah tidak ada cara lain menjual mobil yang masih dalam masa angsuran? Tentu saja ada. Berikut dua cara menjual mobil yang masih dalam masa kredit.

Baca juga: Tampilan Lebih Atraktif, Suzuki Perkenalkan New Carry Luxury

Refinancing

Cara ini sebetulnya efektif jika pemilik kendaraan ingin melakukan tukar tambah mobil. Dengan refinancing, maka sisa cicilan di leasing sebelumnya akan dilunasi oleh perusahaan leasing yang baru. Sedangkan cicilan yang sudah dibayarkan oleh konsumen ke leasing sebelumnya, biasanya akan dijadikan uang muka untuk membeli kendaraan yang dipilih. Misalnya, A sudah 12 kali membayar angsuran sebesar Rp3,2 juta per bulan ke leasing sebelumnya. Artinya, A sudah membayar total sebesar Rp38,4 juta. Jumlah Rp38,4 juta akan mengalami penyusutan sesuai nilai mobil, misalnya deal di angka Rp30 juta. Maka Rp30 juta ini yang akan dibayarkan ke dealer sebagai uang muka, dan konsumen bisa mencicil sisa angsuran mobil anyarnya ke perusahaan leasing yang baru.

Jual putus

Cara ini berlaku jika pemilik mobil tak berminat membeli kendaraan baru. Untuk menerapkan cara ini, pemilik mobil harus menghubungi pihak leasing terlebih dahulu untuk menanyakan sisa angsurannya. Setelah mengetahui sisa angsuran, tanyakan berapa jumlah total yang harus dibayar jika ingin melakukan pelunasan dipercepat. Biasanya, pihak leasing akan mengenakan biaya sekian persen dari sisa angsuran untuk pelunasan dipercepat.

Setelah mengetahui total biaya yang harus dibayar, katakan bahwa Anda akan melakukan pelunasan dipercepat dengan menjual mobil ini kepada pihak lain. Hal ini perlu disampaikan agar pihak leasing bisa mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan seperti BPKB yang menjadi jaminan. Selanjutnya, pemilik mobil bisa mencari calon pembeli yang berminat membeli mobilnya.

Jika sudah mendapatkan calon pembeli, katakan bahwa pembayaran mobil ini akan dibagi dua yakni untuk leasing dan untuk Anda sendiri. Pelunasan untuk leasing sesuai dengan total biaya yang sudah diketahui sebelumnya. Sedangkan pembayaran untuk Anda, adalah jumlah angsuran yang sudah pernah dibayarkan sebelumnya. Misalnya, Anda sudah membayar 12 kali angsuran sebesar Rp3,2 juta per bulan. Artinya, Anda sudah membayar total sebesar Rp38,4 juta. Jumlah Rp38,4 juta akan mengalami penyusutan sesuai nilai mobil. Nilai penyusutan ini yang bisa dinegosiasikan dengan calon pembeli. Misalnya, Anda dan calon pembeli deal di angka Rp30 juta.

Setelah mencapai kesepakatan, Anda dan calon pembeli bisa mendatangi pihak leasing bersama-sama. Calon pembeli bisa melakukan pembayaran untuk melunasi total sisa cicilan sekaligus mengurus proses pengambilan BPKB, dan melakukan pembayaran kepada Anda untuk angsuran sebelumnya sesuai nilai yang sudah disepakati sebelumnya.

Setelah proses ini selesai, maka Anda tak lagi memiliki cicilan ke pihak leasing dan mendapatkan uang angsuran yang telah dibayarkan sebelumnya meski nilainya tentu tak akan sama. Adapun jika menggunakan cara ini, lebih baik cari calon pembeli yang akan membayar secara tunai karena akan lebih menghemat waktu.

Sumber gambar: Shutterstock



Kembali ke atas