Cara Mengetahui Kekentalan Oli Mesin Lewat Kode Kemasan

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 26 February 2020

Cara Mengetahui Kekentalan Oli Mesin Lewat Kode Kemasan

momobil.id – Jika melihat kemasan botol pelumas, ada semacam kode Society of Automotive Engineers (SAE) yang tertera di botol tersebut. Kode ini biasanya bertuliskan 10W-30, 10W-40, 20W-40, maupun 20W-50. Kode tersebut menandakan tingkat kekentalan oli itu sendiri, sehingga pengguna bisa memilihnya sesuai kebutuhan mesin mobil.

Makin kecil angkanya maka menandakan oli tersebut semakin encer. Sedangkan arti huruf ‘W’ pada kode tersebut adalah winter alias musim dingin. Sebagai contoh, jika ada oli dengan kode 5W-30, maka artiya oli tersebut memiliki tingkat kekentalan 5 pada suhu dingin di musim dingin. Kemudian angka 30 berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan mencapai 30 pada suhu 100 derajat celcius.

Seperti yang telah disebutkan di atas, semakin kecil angka indeks SAE maka oli semakin cair. Artinya, kemungkinan oli membeku atau mengeras pada suhu rendah semakin kecil. Hal ini berguna ketika mesin mobil dinyalakan pada suhu dingin. Misalnya ketika musim salju di negara-negara Eropa atau Amerika.

Jika pada cuaca dingin mobil membutuhkan oli yang lebih cair dengna kode 0W atau 5W, maka pada cuaca panas dibutuhkan oli dengan tingkat kekentalan yang lebih tinggi seperti 15W-30. Penggunaan oli yang tak sesuai dengan suhu negara bisa menyebabkan kinerja oli tidak maksimal. Misalnya, oli SAE 5W-40 digunakan di Indonesia yang termasuk negara tropis, maka oli akan sangat cair dan sulit melakukan lubrikasi dengan baik.

Namun saat ini selain suhu lingkungan, ada hal lain yang perlu diperhatikan ketika memilih oli mobil yakni tahun produksi mesin. Mobil-mobil baru disarankan menggunakan oli yang cair agar lebih maksimal. Adapun selain kode SAE, ada juga kode API (American Petroleum Institute). Oli untuk mesin bensin biasanya dimulai dengan huruf ‘S’. Sedangkan oli untuk mesin diesel biasanya dimulai dengan huruf ‘C’. Setelah huruf tersebut diikuti dengan huruf kedua sesuai abjad. Misalnya SA, SB, SC, SD, dan seterusnya. Huruf kedua bisa diartikan untuk mesin mobil yang lebih modern.

Baca Juga: Setelah Coating, Begini Cara Merawatnya agar Mobil Tetap Mengkilap

Standarisasi API ini juga disesuaikan dengan perkembangan jenis mesin mobil. Umumnya semakin tinggi huruf kedua akan menunjukkan spesifikasi yang lebih tinggi. Adapun terkait kode API ini, selain ada yang diperuntukkan khusus untuk mesin bensin atau diesel, ada juga yang diperuntukkan untuk kedua jenis mesin atau double grade. Pada kode kemasan, oli yang bisa digunakan untuk mesin bensin dan diesel biasanya ditulis dengan kode API SN/CF.

Bagi pemilik mobil yang masih bingung harus menggunakan oli dengan tingkat kekentalan yang mana, bisa melihatnya di buku panduan. Setiap pabrikan biasanya sudah merekomendasikan jenis oli yang sesuai dengan karakteristik mesin.

Sumber gambar: Shutterstock



Kembali ke atas