Cara Merawat Mobil Paling Praktis: Hindari Sembarang Menggunakan BBM

Ditulis oleh : Redaksi momobil.id | 24 January 2019

Cara Merawat Mobil Paling Praktis: Hindari Sembarang Menggunakan BBM

Perawatan Mobil | Mobil Bekas

Menggunakan bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin merupakan salah satu cara merawat mobil yang baik, utamanya pada performa mesin. Setiap produsen mobil selalu merekomendasikan penggunaan bbm sesuai spek mesin yang dikeluarkannya. Jika Anda mengenal istilah RON, maka ini panduan penggunaan bbm mobil.

RON singkatan dari Research Octane Number. Artinya nilai oktan yang terdapat pada bahan bakar. Ini terkait dengan nama bbm yang selama ini kita kenal seperti premium, pertalite, pertamax, super, v-power, dan lainnya. RON pada otomotif dikaitkan pada pembakaran bbm sebelum percikan busi menghasilkan pembakaran.

Misalnya, premium memiliki RON 88, Pertalite dengan RON 90, Pertamax (RON 92), dan Pertamax Plus (RON 95). Untuk Shell, bbm dengan RON terendah di angka 92 dan RON tertinggi adalah 100 dan 100+.

Semakin tinggi angka oktan, semakin besar tekanan yang dibutuhkan bahan bakar untuk terbakar. Agar awet, pemilik kendaraan harus menggunakan bahan bakar dengan oktan sesuai yang direkomendasikan.

Sejak dari pabrik mesin sudah dirancang sedemikian rupa hingga memiliki rasio kompresi atau perbandingan ruang yang tercipta di atas piston saat berada di titik terendah atau bawah (TMB) dan tertinggi atau titik mati atas (TMA). Di Indonesia, perbandingan kompresi mobil antara 9,0 sampai 16,2.

Kadar oktan bahan bakar yang sesuai dengan rasio kompresi 7-9 minimal menggunakan RON 88 seperti premium, misalnya Suzuki Karimun dan Suzuki Carry. Sedangkan, perbandingan rasio 9-10 minimal menggunakan RON 90 seperti pertalite, misalnya Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Ayla.

Selanjutnya, pertamax yang memiliki RON 92 cocok untuk kendaraan dengan rasio kompresi 10-11, sedangkan pertamax Plus dengan RON 95 untuk kendaraan berasio kompresi 11-12 dan pertamax Turbo dengan RON 98 pas untuk rasio kompresi kendaraan di atas 12.

Dampak ringan dari pemakaian bahan bakar yang tidak sesuai mesin adalah penurunan performa mesin, serta mobil menjadi boros bahan bakar. Kemudian dalam jangka panjang, dapat memicu pembakaran prematur yang sering disebut dengan istilah “ngelitik” atau “knocking” pada mesin. Artinya, bahan bakar meledak lebih dulu sebelum dialiri bunga api dari busi akibat suhu ruang bakar lebih tinggi dari titik bakar bensin yang digunakan.

Merawat mobil dengan menggunakan bbm yang tepat, akan menguntungkan Anda dalam jangka waktu panjang. Menggunakan bbm sesuai rekomendasi pabrik juga penting Anda lakukan  agar mesin awet dan bekerja dengan maksimal.

Oleh: Redaksi Momobil.id

Foto: iStock

mobil terkait

Rp 160.000.000

Individu

HULU SUNGAI SELATAN

Rp 200.000.000

Individu

HULU SUNGAI SELATAN

Rp 210.000.000

Individu

HULU SUNGAI SELATAN

Rp 135.000.000

Individu

HULU SUNGAI SELATAN

Rp 140.000.000

Individu

HULU SUNGAI SELATAN

Rp 100.000.000

Individu

HULU SUNGAI SELATAN


Kembali ke atas