Ciri-ciri Oli Transmisi Pada Mobil Matic Sudah Perlu Ganti

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 28 June 2020

Ciri-ciri Oli Transmisi Pada Mobil Matic Sudah Perlu Ganti

momobil.id – Seperti oli mesin, oli transmisi juga harus rutin diganti. Hal ini karena transmisi berperan penting sebagai penyalur tenaga dari mesin ke roda. Pada mobil transmisi otomatis, pemilik kendaraan bisa mengetahui bahwa oli matik sudah perlu diganti dari ciri ciri yang bisa dirasakan.

Ciri ciri oli matik sudah perlu diganti yakni ketika terjadinya selip pada transmisi. Untuk menguji selip transmisi, pengemudi dapat mengendarai mobil melewati jalan menanjak. Dalam kondisi normal, selip yang terjadi sangatlah minim dan tidak terasa.

Namun, jika kita mendapati putaran mesin naik tapi tidak selaras dengan pertambahan kecepatan, maka itu pertanda transmisi sudah mengalami selip. Pada kondisi yang parah, mobil akan sangat sulit untuk menanjak.

Masalah lain yang muncul adalah bunyi kasar dan hentakan pada saat pindah gigi karena torque converter yang sudah rusak. Selain itu, kotoran yang dibawa cairan transmisi juga dapat menyumbat saringan yang menyebabkan sirkulasi cairan transmisi tidak lancar.

Karena itu, pemilik mobil sebaiknya memastikan melakukan penggantian cairan transmisi otomatis sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh pabrikan.

Baca juga: Kiat Perawatan Body Mobil agar Tampilannya Tetap Sedap Dipandang

Adapun menurut Adrian selaku Kepala Bengkel Auto2000 menjelaskan ada hal yang lebih penting dibanding sekadar mengganti oli transmisi. Yaitu menguras seluruh sisa oli transmisi yang berada di reservoir oli.

“Sebagai contoh di Fortuner, total kapasitas oli transmisi mencapai 12 liter. Tapi kalau penggantian biasa, hanya 5 liter oli yang keluar, sisa 7 liter akan tetap berada di dalam transmisi,” kata Deni.

Tercampurnya oli lama dengan oli baru membuat pelumasan dan transfer energi tidak bakal berjalan maksimal. Hal ini juga membuat komponen transmisi cepat rusak. “Untuk mengganti oli transmisi sebaiknya dikuras total menggunakan alat, jadi seluruh oli transmisi matik diganti dengan oli yang baru,” ucap Deni.

“Sisa-sisa gram atau oli yang kotor terbuang seluruhnya, sebab kotoran ini yang membuat kinerja transmisi menurun jika didiamkan terus menerus,” ujar Deni.



Kembali ke atas