20 September 2024, 14:49 WIB
Ditulis oleh Danang Setiaji

momobil.id – Mobil hybrid dinilai sebagai model yang tepat untuk transisi dari mobil berbahan bakar minyak (ICE) ke mobil listrik. Saat ini, sudah banyak beredar model mobil hybrid di Indonesia dari berbagai pabrikan.
Mobil hybrid menawarkan kombinasi antara mesin bensin dan motor listrik. Itu sebabnya, mobil hybrid dinilai sebagai model yang tepat pada masa transisi sebelum beralih ke mobil listrik.
Meski cukup menjanjikan, mobil hybrid juga memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan. Berikut penjelasan selengkapnya.
Sebelum membahas kekurangannya, mari lihat dulu apa saja keunggulan yang ditawarkan oleh mobil hybrid. Yang paling disorot, tentu saja adalah efisiensi konsumsi bahan bakarnya. Namun selain itu, masih ada sejumlah kelebihan lainnya.
Efisiensi bahan bakar
Seperti disebutkan di atas, ini menjadi poin utama dari keunggulan mobil hybrid. Mobil jenis ini dirancang agar konsumsi BBM lebih efisien karena bekerja sama dengan motor listrik.
Saat melaju dengan kecepatan rendah atau melewati jalanan macet, motor listrik mengambil alih untuk menggerakkan mobil yang dampaknya bisa mengurangi konsumsi bensin secara signifikan.
Ramah lingkungan
Karena menggunakan lebih sedikit bahan bakar fosil, mobil hybrid menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan mobil konvensional. Penggunaan tenaga listrik pada saat-saat tertentu membantu mengurangi polusi udara, membuatnya lebih ramah lingkungan.
Regenerasi energi
Salah satu fitur canggih mobil hybrid adalah teknologi pengereman regeneratif. Ketika mobil mengerem atau melambat, energi yang biasanya hilang sebagai panas saat pengereman dapat dikonversi menjadi energi listrik dan disimpan di dalam baterai. Ini meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.
Baca juga: Produk Perlindungan Cat dari GSWF Kini Hadir di Indonesia, Punya Teknologi Self-healing
Selain kelebihan, mobil hybrid juga punya sejumlah kekurangan. Salah satunya adalah perawatan yang lebih rumit. Berikut penjelasannya.
Biaya awal relatif tinggi
Harga jual mobil hybrid relatif lebih mahal dibanding mobil konvensional karena dibekali baterai dan motor listrik. Biaya baterai dan sistem kelistrikan yang kompleks membuat harga awal lebih tinggi, meskipun ini dapat terbayar dengan penghematan bahan bakar dalam jangka panjang.
Perawatan lebih rumit
Mobil hybrid memiliki dua sistem mesin, yaitu mesin pembakaran internal dan motor listrik. Hal ini berdampak pada perawatan yang lebih rumit karena terkait dengan baterai dan sistem kelistrikan. Selain itu, tidak semua bengkel umum memiliki keahlian atau peralatan yang diperlukan untuk perawatan mobil hybrid.
Kapasitas baterai terbatas
Meski mobil hybrid menggunakan baterai untuk menggerakkan motor listrik, kapasitas baterai model ini terbatas jika dibandingkan dengan mobil listrik penuh (EV).
Artinya, mobil hybrid tidak bisa berjalan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik untuk jarak jauh. Jika digunakan dalam mode listrik, jarak tempuh biasanya hanya beberapa kilometer dan harus dibantu mesin bensin.
Secara umum, penjelasan di atas merupakan kelebihan dan kekurangan mobil hybrid. Sedangkan pilihan modelnya, saat ini sudah cukup banyak di Indonesia. Berikut daftar mobil hybrid yang sudah mengaspal di Tanah Air.
Mobil Baru
Mobil Bekas
Tukar Tambah
Bandingkan
Test Drive
Simulasi Kredit