Daihatsu Ungkap Alasan Tak Lagi Luncurkan Model Baru Tahun Ini

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 18 May 2020

Daihatsu Ungkap Alasan Tak Lagi Luncurkan Model Baru Tahun Ini

momobil.id – Pandemi COVID-19 telah memukul berbagai industri, tak terkecuali industri otomotif yang mengalami penurunan penjualan sangat tajam. Hal ini membuat agen pemegang merek (APM) mengubah strategi pemasaran tahun 2020, seperti merevisi peluncuran daftar mobil baru yang akan dirilis.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sudah menyatakan bahwa pihaknya tidak akan meluncurkan model baru lagi tahun ini. Artinya, peluncuran Ayla dan Sirion facelift pada Maret 2020 menjadi model terakhir yang masuk dalam daftar mobil baru Daihatsu tahun ini.

Menurut Amelia Tjandra selaku Direktur Pemasaran PT ADM, pihaknya menilai peluncuran mobil baru pada kondisi saat ini kurang tepat. Daihatsu lebih memilih memaksimalkan stok mobil yang sudah ada.

“Daihatsu belum berencana untuk mengeluarkan model baru. Baik itu yang diluncurkan secara virtual maupun secara offline. Kami sudah selesai dengan New Ayla dan New Sirion, jadi tidak berencana mengeluarkan mobil baru yang lain,” ujar Amelia seperti dilansir Kompas.com.

Amelia menjelaskan, selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jabodetabek, banyak dealer dan pabrik harus tutup. Suplai dari pabrik saat ini sifatnya hanya menghabiskan sisa produksi pada April lalu. Sementara jika tidak ada permintaan, pabrik tidak akan melakukan produksi untuk menjaga keseimbangan stok produk dengan penjualan.

“Saya rasa penjualan retail sales pada Mei akan turun di atas 40 persen dari bulan sebelumnya, whole sales malah lebih parah nol unit, ini karena selama Mei operasi pabrik dihentikan,” jelasnya.

Adapun keputusan Daihatsu tak lagi meluncurkan model baru tahun ini memang melihat beberapa faktor. Pertama, kondisi yang belum stabil karena pandemi, penjualan menurun, dan daya beli masyarakat yang juga turun.

Baca juga: Cara Merawat Pintu Geser Elektrik Mobil agar Tidak Macet

Daihatsu sendiri, hanya mampu menjual sebanyak 5.200 unit selama April 2020, dan turun 52,9 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun kondisi bulan lalu diprediksi bukan jadi yang terparah. Pasalnya, dengan melihat kondisi pandemi yang belum mereda dan penerapan PSBB yang masih berlaku tentu akan berpengaruh dengan kondisi penjualan kendaraan di Indonesia.

“Prediksi bulan depan ada dua, kalau wholesale (pabrik ke dealer) kecil banget, karena tak produksi, dan kalau produksi hanya untuk ekspor. Kami lihat brand lain pun sama, wholesale pasti di bawah seribu unit,” kata Amel seperti dilansir Liputan6.com.


Kembali ke atas