Deretan Model Mobil yang Disuntik Mati Pada Awal Tahun 2021

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 19 March 2021

Deretan Model Mobil yang Disuntik Mati Pada Awal Tahun 2021

momobil.id – Pasar otomotif Indonesia kedatangan beberapa model baru pada awal 2021 ini. Meski begitu, ada juga beberapa model yang harus disuntik mati. Lalu, apa saja daftar mobil yang stop produksi pada awal tahun 2021?

Seperti dilansir kumparan, sepanjang Januari hingga pertengahan Maret 2021 tercatat empat model yang disudahi eksistensinya di Indonesia. Alasannya beragam, ada yang penjualannya terus menurun, dikorbankan lantaran ada model baru, sampai terbentur regulasi emisi gas buang.

Berikut daftar mobil yang stop produksi pada awal 2021.

Mitsubishi Outlander Sport

Model ini telah disetop penjualannya. Informasi resminya didapatkan kumparan per 5 Februari 2021. Penelusuran kumparan pada laman Mitsubishi, Outlander Sport tak lagi dipamerkan. Director of Sales & Marketing PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro membenarkan hal tersebut.

Irwan tak merinci penyebab MMKSI menyudahi penjualan Outlander Sport. Namun yang jelas, kebijakan tersebut merupakan upaya menyesuaikan tren pasar dalam negeri. Terlebih penjualan Mitsubishi Outlander Sport kian lesu tiap tahunnya.

Baca juga: BMW Group Indonesia Mampu Jual Kendaraan Premium Sebanyak Ini Sepanjang Tahun 2020

Ia menambahkan bahwa penjualan Mitsubishi Outlander masih dijual hingga akhir tahun 2020 lalu. “Saat ini kami sudah tidak memiliki stok baru untuk model ini,” lanjutnya.

Outlander Sport merupakan model terakhir yang disetop penjualannya setelah Mitsubishi Delica pada pertengahan 2018, dan Mirage pada akhir 2018. Mobil tersebut pertama kali masuk Indonesia 2012 lalu.

Isuzu Panther

Selang beberapa hari kemudian tepatnya 10 Februari 2021, Isuzu mengumumkan Panther harus pamit dari Indonesia. Terhitung 30 tahun eksistensi Isuzu Panther di Indonesia, sejak mengaspal perdana pada 1991.

Masa baktinya selama 3 dekade itu, Isuzu Panther terjual hingga 433.117 unit. Sekarang Isuzu Indonesia hanya menjual kendaraan segmen penumpang berupa Isuzu MU-X, yang pada akhir tahun ini akan hadir versi terbarunya.

Panther harus disuntik mati lantaran mesin Diesel lawasnya tidak memenuhi standar emisi Euro 4. Selain itu penjualannya kian meredup, tergerus model lain yang menawarkan wujud juga fitur yang lebih modern. Isuzu Panther terakhir diproduksi di pabrik Gaya Motor selama Januari hingga Februari 2020. Totalnya 333 unit untuk model minibus (MPV) maupun pikapnya.

Nissan Terra

Tak berapa lama pada 18 Februari 2021, kumparan juga mendapati keterangan resmi bahwa Nissan Terra tak lagi dipasarkan. Indikasinya juga terlihat dari website Nissan yang tak lagi menampilkan Terra.

Head of Marketing-Communication Nissan Motor Distribution Indonesia, Julian Olmon mengatakan stok Nissan Terra sudah habis dan belum memutuskan untuk memasoknya lagi dari Thailand.

Penjualannya yang terseok-seok ditengarai jadi penyebab NMDI menyetop sementara pasokan Nissan Terra ke Indonesia. Bahkan jaringan diler Nissan di Surabaya menghadirkan promo cuci gudang Nissan Terra bonus satu unit Datsun Go, yang semuanya model produksi 2019.

SUV ladder frame tersebut resmi mengaspal di Indonesia pada awal Agustus 2018, dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS).

Honda Jazz

Terakhir ada model yang tak disangka-sangka disuntik mati pada 3 Maret 2021, dia adalah Honda Jazz. Eksistensinya harus dihentikan saat hatchback itu menginjak sweet seventeen alias 17 tahun.

Persoalannya diakui Honda, peminat Jazz di Indonesia terus berkurang. Kiprahnya kemudian dilanjutkan Honda City Hatchback yang resmi meluncur pada tanggal yang sama. Ini berarti rival abadinya, Toyota Yaris, harus kehilangan Jazz namun sekaligus kedatangan lawan baru. City Hatcback yang belum lama dirilis harus memikul beban terjual seribu unit per bulan.

Baca juga: Sejarah Honda Jazz di Indonesia yang Tergantikan City Hatchback RS

Akhir kiprah Jazz di Indonesia bermula ketika hatchback generasi terbaru itu diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2019. PT Honda Prospect Motor (HPM) menilai bahwa model anyar tersebut tidak sesuai dengan pasar Indonesia.


Kembali ke atas