Tiga Efek Negatif Jika Ban Mobil Kelebihan Tekanan Udara

Ditulis oleh : admin | 17 June 2019

Tiga Efek Negatif Jika Ban Mobil Kelebihan Tekanan Udara

momobil.id – Sebagai salah satu komponen penting dalam sebuah mobil, ban memegang peran vital ketika mobil sedang dikemudikan. Ban dengan tekanan udara yang kurang tentu memiliki efek negatif dan bahkan berpotensi merusak ban itu sendiri. Namun jangan salah, ban mobil dengan tekanan udara berlebih juga memiliki efek negatif.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna, yang menganjurkan agar tekanan udara dalam ban selalu berpatokan pada anjuran pabrikan. Setidaknya, kata Suparna, ada tiga efek buruk jika ban mobil kelebihan tekanan udara yakni:

  • Mobil tidak stabil kala dikemudikan, terutama pada kecepatan tinggi. Hal ini disebabkan tapak ban yang menyentuh permukaan jalan mengecil dan berpotensi menyebabkan slip.
  • Ban yang terlalu padat karena tekanan udara berlebih akan membuatnya tak bisa menyerap getaran. Hal ini akan berakibat pada bantingan keras yang dialami pengendara dan penumpang ketika melewati permukaan yang tidak rata. Dengan tekanan udara yang ideal, ban akan memiliki daya redam layaknya shock breaker sehingga mampu meminimalisir kerasnya bantingan.
  • Permukaan ban akan cepat aus, terutama pada bagian tengah. Hal ini dikarenakan porsinya yang lebih banyak bergesekan dengan permukaan jalan karena tekanan udara dalam ban terlalu penuh.

“Tentu sama-sama ada minusnya. Tapi memang kerusakan akan lebih mudah menyerang yang tekanan udaranya kurang. Saat akan mengisi udara, idealnya melihat petunjuk yang tertera di bagian pilar pintu pengemudi. Itu rekomendasi yang dianjurkan pabrikan,” ujar Suparna seperti dilansir Kompas.com.

Baca Juga: Wuling tawarkan diskon head unit selama pameran Jakarta Fair Kemayoran 2019

Adapun untuk ban yang tekanan udaranya kurang, dampak negatifnya cukup banyak dan lebih berisiko. Mulai dari tarikan mesin yang terasa berat sehingga membuat bahan bakar lebih boros, turunnya respon pengendalian akibat ban yang terlalu berat, hingga yang paling fatal pecahnya ban akibat rusaknya komponen yang ada pada ban seperti kawat, benang, maupun karet.


Kembali ke atas