Dampak Negatif Membiarkan Kerikil Terus Menempel di Ban Mobil, Lama-lama Bisa Jadi Begini

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 27 November 2021

Dampak Negatif Membiarkan Kerikil Terus Menempel di Ban Mobil, Lama-lama Bisa Jadi Begini

momobil.id – Ketika melewati berbagai kondisi jalan, adanya batu kerikil yang menempel pada ban mobil merupakan sesuatu yang lumrah. Kerikil ini memang tak berdampak signifikan pada performa ban, namun tetap perlu dibersihkan.

Kerikil yang menempel pada sela telapak ban mobil lama kelamaan bisa memicu kerusakan ban. Hal itu tentu bakal berdampak pada kenyamanan dan keselamatan berkendara. Deputy Head of OE PT Bridgestone Tire Indonesia Fisa Rizqiano mengatakan ada beberapa alasan penting yang mengharuskan pemilik mobil membersihkan batu menempel pada telapak ban, ditinjau dari segi keselamatan, kenyamanan dan faktor lainnya.

Batu kerikil, apalagi yang berukuran agak besar dan runcing, berpotensi mengiris karet ban. Saat ban berputar dan batu menyentuh permukaan jalan, batu akan tertekan hingga seperti mengiris atau menusuk permukaan karet ban.

“Apalagi jika ban dalam keadaan basah, permukaan karet pada ban akan lebih mudah teriris benda tajam, hal ini merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan ban atau biasa disebut tread cut,” jelas Fisa.

Jika dibiarkan tusukan batu terhadap telapak ban bisa jadi semakin dalam, sampai bisa menembus ke casing ban. Akibatnya, tekanan angin ban merembes keluar secara perlahan. Selain itu, Fisa menambahkan, batu yang menempel di alur telapak (groove) akan mengurangi fungsi pembuangan air (drainase) saat melewati jalanan basah. Kondisi tersebut bisa mengakibatkan ban mengalami hydroplaning, kondisi saat ban kehilangan gripnya di atas air.

Keberadaan batu di sela-sela telapak ban juga menimbulkan ketidakseimbangan roda sebab permukaan ban yang menempel ke jalanan tak rata. Hal ini akan mengakibatkan ketidaknyamanan berkendara karena adanya getaran, juga menimbulkan keausan telapak tidak rata (uneven wear).

Keausan tidak rata menyebabkan kebisingan (irregular noise), umur ban yang tidak maksimal dan yang mengkhawatirkan, traksi/daya cengkeram ban berkurang. Fisa menyampaikan tidak ada rekomendasi setiap berapa periode atau setiap berapa kilometer ban harus dibersihkan. Namun, ia menyarankan kepada para pengguna mobil untuk selalu memeriksa kondisi ban sebelum bepergian agar batu yang menempel bisa segera dibuang.

Baca juga: Penyebab Knalpot Mobil Bocor dan Cara Memperbaikinya

“Pengecekan ban sebaiknya rutin dilakukan sebelum bepergian, selain kondisi tekanan angin, pengguna sebaiknya juga memeriksa kondisi visual ban, apakah banyak batu yang menempel pada sela telapak ban atau tidak,” kata Fisa.

“Atau pengguna bisa membersihkan batu pada sela ban saat mencuci mobil, sehingga perawatan kendaraan dilakukan bersamaan dengan perawatan ban,” ujarnya.

mobil terkait

Rp 190.000.000

Individu

BEKASI

Rp 206.000.000

Individu

BEKASI

Rp 247.000.000

Individu

BEKASI

Rp 260.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 178.000.000

Individu

DEPOK

Rp 260.000.000

Individu

TANGERANG


Kembali ke atas