Fungsi Lain Fitur EBD dalam Sistem Pengereman Selain Mencegah Roda Terkunci

Ditulis oleh : Syah Rezi Tungga Dewi

19 September 2019

Fungsi Lain Fitur EBD dalam Sistem Pengereman Selain Mencegah Roda Terkunci

momobil.id – Sistem pengereman Anti-lock Brake System (ABS) merupakan fitur keamanan yang mulai jamak ditemui pada mobil-mobil keluaran terbaru. Beberapa brand ada yang hanya menyematkan fitur ABS, namun ada juga yang menambahkan sistem EBD untuk melengkapi sistem ABS agar kinerja rem pada mobil lebih optimal.

EBD sendiri merupakan akronim dari Electronic Brake-force Distribution. Mobil dengan fitur ABS belum tentu dilengkapi dengan fitur EBD. Namun fitur EBD sudah pasti melengkapi fitur ABS sebagai kesatuan sistem pengereman pada mobil. Tak hanya mobil dengan harga Rp200 juta ke atas, saat ini sistem pengereman ABS+EBD juga sudah mulai diterapkan pada mobil berbanderol Rp200 juta ke bawah, termasuk pada Toyota Calya facelift 2019 yang masuk kategori mobil LCGC.

Fungsi EBD hampir serupa dengan ABS, yaitu mencegah roda terkunci ketika mengalami pengereman. Namun EBD memiliki fungsi lain yakni sebagai pembagi tekanan pengereman agar merata ke masing-masing roda mobil. Tekanan ini disesuaikan kembali dengan daya yang bervariasi, tergantung kondisi beban tiap roda.

Dalam sistem pengereman EBD, ada beberapa komponen yang menunjang kinerjanya. Komponen tersebut yakni:

  • Sensor kecepatan yang berguna untuk mendeteksi kecepatan mobil
  • Modulator brake-force yang berfungsi untuk memompa minyak rem ke dalam garis rem dan mengaktifkan silinder rem
  • Detektor akselerasi dan deselerasi
  • Electronic control unit (ECU) yang mengumpulkan data dari sensor kecepatan di setiap roda dan menggunakan data untuk menghitung rasio slip (perbedaan antara kecepatan mobil dan rotasi ban). Setelah rasio slip ditentukan, ECU akan menggunakan modulator untuk menjaga rasio slip sesuai batas.

Terkait cara kerjanya, rem mobil yang dibekali sistem pengereman EBD mulai bekerja ketika sensor kecepatan mendeteksi kemungkinan ban akan mengalami slip. Selanjutnya, sensor akan mengirim sinyal ke ECU. Setelah itu, komputer menentukan jumlah tekanan rem dan kekuatan modulator pengereman untuk melakukan distribusi tekanan pengereman sesuai porsi masing-masing ban. Distribusi tekanan setiap roda akan berbeda, tergantung pada banyak barang atau penumpang yang diangkut, kondisi permukaan jalan, dan kecepatan mobil.

Sebagai catatan, fitur EBD tetap memiliki keterbatasan. EBD tidak dapat memberi peringatan kepada pengemudi terkait risiko tabrakan atau kondisi jalan yang buruk. Pengemudi tetap dituntut waspada dan responsif dalam mengendarai dan mendeteksi potensi bahaya.

Sumber gambar: Mitsubishi

berita terkait lainnya

momobil.id, Situs Jual Beli Mobil Bekas Terbaik di Indonesia

Perusahaan pembiayaan otomotif dan multiguna terbesar di Indonesia, PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk (Adira Finance), secara resmi meluncurkan momobil.id yaitu satu-satunya used-car marketplace yang memiliki layanan terlengkap di Tanah Air. momobil.id merupakan platform jual beli mobil bekas yang mempertemukan pembeli dengan penjual mobil bekas perorangan (C2C) dan dealers (B2C). momobil.id menjadi situs jual beli mobil bekas terbaik di Indonesia... Read More

Kembali ke atas