Harga Minyak Dunia Turun, Bagaimana BBM di Indonesia?

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 12 March 2020

Harga Minyak Dunia Turun, Bagaimana BBM di Indonesia?

momobil.id – Harga minyak mentah dunia sempat anjlok 22% menjadi US$30 per barel. Penurunan harga ini sangat drastis, mengingat harga minyak dunia turun sampai di bawah US$50 per barel. Hal ini terjadi dikarenakan strategi Arab Saudi meluncurkan perang harga terhadap Rusia agar dapat menguasai pangsa pasar. Salah satu cara Arab Saudi adalah dengan membanjiri pasar minyak tanah. Turunnya harga minyak mentah ini tentunya memberikan efek pada harga minyak di dunia, namun bagaimana dengan harga BBM di Indonesia?

Sekretaris Jendral Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan bahwa pemerintah harus melakukan evaluasi terlebih dahulu dan mengikuti peraturan yang berlaku. Bagi penyesuaian harga BBM bersubsidi, evaluasi yang dilakukan pemerintah setiap 3 bulan sekali. Sedangkan evaluasi yang dilakukan terhadap BBM non subsidi setiap seulan sekali.

Baca Juga : Ini Dampaknya Jika Mobil Bensin Terisi Bahan Bakar Solar

“Kalau turunkan harus lihat dampak, kalau harga kembali naik misalnya ke level US$ 63 per barel sesuai APBN akan sulit juga nanti naikkan harganya,” ujar Djoko pada CNBC Indonesia. Selasa (10/3/2020).

Selain itu, Pertamina mengaku perlu adanya koordinasi antara kementrian terkait untuk menurunkan harga BBM ditengah turunnya harga minyak dunia.

“Harga BBM turun? Wah itu masih jauh, kita masih pelajari, tapi yang pasti tidak semudah itu perlu koordinasi dengan pemangku kepentingan, seperti Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan ,dan pihak lain yang terdampak, ada formulanya itu,” ujar Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko Pertamina, Heru Setiawan di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Dengan anjloknya harga minyak dunia, Pertamina terus memantau faktor – faktor yang mempengaruhi harga BBM. Faktor tersebut antara lain seperti pergerakan nilai tukar, harga produk, maupun kinerja perusahaan secara umum. Fajriah Usman selaku VP Corporate Communication Pertamina mengatakan bahwa penentuan harga produk tidak hanya ditentukan oleh harga crude (minyak mentah).



Kembali ke atas