Indikator Bahan Bakar Diesel Menyala? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 31 January 2024

Indikator Bahan Bakar Diesel Menyala? Ini Penyebabnya

momobil.id – Setiap mobil diesel pada umumnya memiliki lampu indikator bahan bakar diesel atau filter solar. Lampu tersebut tidak akan menyala secara terus menerus ketika kendaraan berada dalam kondisi normal. Namun jika indikator tersebut tetap menyala, ada masalah dalam kendaraan yang harus diselesaikan. Lantas, apa penyebab dari indikator bahan bakar diesel yang menyala?

Penyebab Indikator Bahan Bakar Menyala

Berikut ini merupakan beberapa penyebab indikator solar menyala pada mobil bermesin diesel.

1. Adanya Air pada Water Sedimenter

Salah satu penyebab dari indikator bahan bakar yang menyala adalah air pada water sedimenter dalam kondisi penuh. Komponen water sedimenter pada mobil bermesin diesel berfungsi untuk menyaring air dari bahan bakar solar. Nantinya, air akan tertampung pada water sedimenter. Ketika water sedimenter sudah penuh dengan air, maka indikator bahan bakar otomatis akan menyala.


2. Filter Solar yang Kotor

Selain adanya air pada water sedimenter, indikator bahan bakar yang menyala juga disebabkan karena filter solar yang kotor. Filter solar berfungsi menyaring kotoran yang terdapat pada bahan bakar sebelum masum ke ruanh pembakaran.

Apabila filter solar kotor, maka proses penyaringan bahan bakar menjadi tidak optimal. Hal ini dapat menyebabkan kotoran masuk ke dalam ruang bakar dan membuat proses pembakaran menjadi tidak sempurna. Selain itu, kotoran juga dapat menyumbat filter solar. Kinerja mesin mobil tentunya tidak akan optimal apabila filter solar kotor.

Kotornya filter solar disebabkan karena mobil sering diisi menggunakan bahan bakar berkualitas rendah.

Baca Juga: Begini Cara Merawat Mesin Diesel Berstandar Euro4

Cara Mengatasi Masalah

Seperti yang diketahui, indikator bahan bakar yang menyala disebabkan oleh filter solar yang kotor dan air yang penuh pada water sedimenter. Pemilik mobil perlu mengganti filter solar yang kotor dan menguras water sedimenter untuk mematikan lampu indikator solar.

Berikut ini merupakan cara menguras water sedimenter pada mobil bermesin diesel.

  1. Memastikan ignition pada posisi off.
  2. Buka kap mesin, kemudian cari komponen water sedimenter. Pada umumnya komponen ini terletak dekat dengan aki mobil.
  3. Kendorkan keran penguras water sedimenter, namun jangan dilepas. Lakukan hal ini untuk mengeluarkan solar yang mengandung air.
  4. Kuras habis water sedimenter dengan cara menekan pompa priming manual. Mulailah pada bagian atas, kemudian ke bawah.
  5. Tutup kembali keran penguras hingga rapat, kemudian pompa kembali water sedimenter agar terisi solar. Tekan kembali hingga terasa keras.
  6. Jika ada tumpahan solar, bersihkan menggunakan lap atau penyerap minyak seperti serbuk kayu atau pasir.
  7. Hidupkan mesin dengan menstarter hingga idle selama 5 menit. Jika mesin tidak hidup, maka pompa kembali solar secara manual di tempat water sedimenter.
  8. Cek kembali lampu indikator, apabila masih menyala segera bawa ke bengkel resmi.

Meskipun tergolong mudah, penggantian filter solar dan water sedimenter perlu dilakukan oleh orang yang sudah ahli. Udara dari luar akan mudah masuk ketika melepas kedua komponen ini jika tidak dilakukan dengan tepat.

mobil terkait

Rp 121.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 128.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 197.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 184.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 198.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 169.000.000

Individu

BANDUNG


Kembali ke atas