Ingin Modifikasi Interior Mobil? Kenali Risikonya

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 20 April 2020

Ingin Modifikasi Interior Mobil? Kenali Risikonya

momobil.id – Banyak pemilik yang tertarik untuk mempercantik dan menambah nilai dari suatu kendaraan. Modifikasi adalah salah satu jalan bagi pemilik mobil untuk mempercantik kendaraannya. Pada proses modifikasi ini, pemilik mobil tidak hanya menambah komponen pada mobil mereka. Kebanyakan dari pemilik mobil mengganti komponen orginal mobil dengan komponen yang baru. Tidak hanya modifikasi eksterior, sebagian pemilik mobil memodifikasi bagian interiornya agar lebih nyaman dan enak dilihat. Namun, ketika pengerjaan modifikasi ini salah, maka akan beresiko fatal. Berikut risiko yang dapat terjadi dalam modifikasi interior mobil.

Garansi Hilang

Memodifikasi interior mobil bisa membuat garansi mobil hilang. Mekanik Astrido Toyota Jakarta, Suryadi mengatakan bahwa modifikasi interior tanpa perhitungan matang bisa merugikan konsumen. Selain itu, modifikasi interior sendiri bisa merugikan karena konsumen menyalahi kontrak dengan pemegang merek.

“Tidak terkecuali untuk modifikasi bagian interior. Jika ada fungsi yang terganggu, bisa menyebabkan garansi tidak berlaku lagi,” jelas Suryadi, dilansir dari Kompas.com.

Bisa Menghilangkan Fungsi / Fitur Keselamatan Aktif

Memodifikasi interior wajib dilakukan oleh ahlinya. Jika tidak, maka akan berisiko hilangnya beberapa fungsi atau fitur keselamatan. Salah satunya berdampak pada airbag (kantung udara). Mobil saat ini telah dilengkapi dua airbag, yaitu bagian pengemudi dan penumpang depan. Selain itu, untuk beberapa mobil memiliki airbag pada bagian jok (side airbag) dan bingkai jendela (curtain airbag). Ketika pengerjaan modifikasi tidak benar, maka akan berefek pada fungsi aktif airbag. Hal ini tentunya berisiko fatal pada fitur keselamatan.

Baca Juga : 6 Hal yang Wajib Dilakukan Saat Membeli Mobil Matik Bekas

Mengurangi Nilai Jual Beli Mobil

Risiko lain dari modifikasi interior mobil adalah berkurangnya nilai jual beli mobil. Hal ini biasanya menjadi pertimbangan pembeli dalam membeli mobil bekas. Mobil yang memiliki banyak sentuhan modifikasi cenderung sulit dijual karena tidak semua pembeli menyukai mobil yang dimodifikasi. Modifikasi mobil yang terlalu banyak dapat berisiko kerusakan pada beberapa bagian komponen. Penjual mobil bekas rata-rata menyutuh pemilik untuk mengembalikan orisinalitas dari mobil. Tentunya hal ini juga berdampak negatif pada pemilik mobil modifikasi, karena perlu mengeluarkan biaya untuk mengembalikan mobilnya pada kondisi awal.



Kembali ke atas