Ini 11 Solusi Mudah agar Mobil Lulus Uji Emisi

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 28 August 2023

Ini 11 Solusi Mudah agar Mobil Lulus Uji Emisi

momobil.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mulai menerapkan uji coba tilang emisi mulai Jumat (25/8) lalu, sementara tilang uji emisi akan diberlakukan mulai 1 November 2023. Mobil yang berusia di atas 3 tahun wajib melakukan uji emisi. Meskipun demikian, sebagian mobil masih belum memenuhi standar lulus uji emisi. Lantas, bagaimana solusi agar mobil lulus uji emisi?

Penyebab Mobil Tidak Lulus Uji Emisi

Ada sejumlah penyebab yang memicu mesin mobil tidak lulus uji emisi. Berikut adalah penyebabnya.

  • Proses pembakaran pada mesin tidak sempurna.
  • Menggunakan oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
  • Telat mengganti oli mesin.
  • Memilih bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi mesin.
  • Knalpot mobil mengalami kebocoan.
  • Penyumbatan pada injektor mesin.
  • Tidak melakukan servis kendaraan secara berkala.

Solusi agar Mobil Lulus Uji Emisi

Berikut ini merupakan solusi yang bisa dilakukan agar mobil lulus uji emisi.

1. Mengganti Oli Mesin Secara Berkala

Oli mesin berperan penting dalam menjaga kinerja mesin lebih optimal dan prima. Telat atau jarang mengganti oli tentu berpengaruh terhadap kondisi mesin, salah satunya emisi gas buang. Kinerja mesin akan terbebani, sehingga mesin mudah rusak dan emisi gas buangnya akan meningkat. Oleh karena itu disarankan untuk melakukan penggantian oli mesin secara berkala

2. Membersihkan Filter Udara pada Mesin

Salah satu komponen yang perlu diperhatikan kebersihan dan kondisinya adalah filter udara mesin. Apabila filter udara kotor, maka sirkulasi udara akan terhambat. Hal ini akan berdampak pada angka Hidrokarbon (HC) yang semakin tinggi. Oleh karena itu, bersihkan filter udara secara berkala.

3. Menggunakan Bahan Bakar Berkualitas

Penggunaan bahan bakar yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi kendaraan mampu membantu proses pembakaran di dalam mesin menjadi lebih baik. Ketika proses pembakaran pada ruang mesin optimal, maka kualitas gas buang yang dihasilkan juga akan menjadi lebih baik.

Pemilik mobil tidak disarankan untuk mengganti-ganti jenis BBM dengan oktan yang berbeda-beda. Hal ini akan berdampak pada proses pembakaran ruang mesin, serta kondisi mesin akan semakin buruk.

4. Menggunakan Injector Cleaner

Untuk mencegah lubang pin injektor dari residu sisa pembakaran, pemilik mobil bisa menggunakan injector cleaner. Alat tersebut mampu membersihkan bagian injeksi serta menjaga agar sistem bahan bakar selalu dalam kendaraan bersih. Proses pembakaran mesin yang sempurna tentu membuat mesin menjadi lebih efisien dan lulus uji emisi.

Baca Juga: Pertamax Green 95, BBM Bioetanol dari Pertamina

5. Memeriksa Karburator dan Sistem Pengapian

Pada mobil yang masih menggunakan mesin karburator, pengguna wajib memeriksa bagian karburator dan sistem pengapian. Pastikan kondisi pengapian dan karburator dalam keadaan baik agar mobil lulus uji emisi. Pengguna bisa memeriksa bagian throttle valve dan spuyer, serta mengaturnya agar performa mesin menjadi lebih optimal dan efisien.

6. Cek Sistem Pendingin dan Pelumas Mesin Kendaraan

Pemilik mobil wajib memastikan sistem pendingin dalam keadaan baik. Sistem ini berfungsi untuk mencegah mesin overheat. Mesin yang terlalu panas dapat mempengaruhi kinerja dan emisinya. Selain itu, pastikan pula pelumas kendaraan dalam kondisi yang baik karena berpengaruh terhadap kinerja dari mesin.

7. Memastikan Busi dan Koil Mobil dalam Kondisi Prima

Busi dan koil merupakan bagian dari sistem pengapian mesin. Kedua komponen ini perlu diperhatikan kondisinya agar proses pembakaran dalam ruang mesin menjadi lebih optimal.

Pastikan busi dalam keadaan prima dan tidak aus. Busi yang aus dapat menghasilkan gas karbondioksida yang tinggi. Selain itu, koil pada mesin juga dipastikan dalam kondisi yang prima. Apabila kedua komponen tersebut bermasalah, maka segera ganti dengan yang baru.

8. Hindari Modifikasi Mesin Mobil

Sebagian pemilik mobil memodifikasi mesin agar mobil terasa lebih bertenaga. Meskipun demikian, hal ini tidak disarankan karena dapat mempengaruhi emisi gas buang kendaraan.

Modifikasi dapat merubah pembakaran yang sudah sesuai dengan standar pabrikan. Hasilnya, gas buang kendaraan menjadi lebih kotor dan mobil tidak akan lulus uji emisi.

9. Periksa Kondisi Sensor Oksigen dan Catalytic Converter

Sensor oksigen memiliki fungsi untuk menciptakan pembakaran yang sempurna. Oleh karena itu, kondisi sensor oksigen perlu diperhatikan. Pastikan sensor dalam kondisi bersih dan tidak rusak. Selain itu, perhatikan juga kondisi catalyc converter. Komponen ini berfungsi mengubah emisi gas buang yang beracun menjadi udara bersih.

10. Menjaga Suhu Kerja Mesin

Mesin memiliki suhu kerja agar proses pembakaran optimal. Agar campuran bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin, suhu kerja mesin harus tetap optimal, tidak boleh terlalu rendah dan terlalu tinggi. Salah satu cara menjaga suhu kerja mesin tetap ideal adalah dengan memastikan sistem pendingin bekerja dengan baik.

11. Melakukan Perawatan Secara Berkala

Salah satu cara agar lulus uji emisi gas buang adalah dengan melakukan perawatan mobil secara berkala. Mesin kendaraan mampu bekerja secara optimal dan terawat jika sering dilakukan perawatan. Agar perawatan mobil semakin optimal, pemilik kendaraan bisa berdiskusi dengan pihak bengkel mengenai kondisi kendaraannya.

Itulah beberapa solusi yang bisa dilakukan agar mobil lulus uji emisi. Untuk tips dan trik otomotif lainnya, klik di sini!

mobil terkait

Rp 130.000.000

Individu

PONTIANAK

Rp 232.000.000

Individu

PONTIANAK

Rp 118.000.000

Individu

JEMBER

Rp 198.000.000

Individu

JEMBER

Rp 230.000.000

Individu

DENPASAR

Rp 195.000.000

Individu

DENPASAR


Kembali ke atas