Ini Dampaknya Jika Mobil Bensin Terisi Bahan Bakar Solar

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 25 February 2020

Ini Dampaknya Jika Mobil Bensin Terisi Bahan Bakar Solar

momobil.id – Mengisi mobil dengan bahan bakar yang tak sesuai dengan nilai RON minimum mungkin masih bisa ditoleransi meski bisa menyebabkan kinerja mesin tidak optimal. Misalnya, mobil yang seharusnya menggunakan bahan bakar dengan RON 92 hanya diisi dengan bahan bakar RON 90 atau RON 88. Namun jika sampai salah isi jenis bahan bakar, seperti memasukkan BBM solar ke mobil bermesin bensin, maka akibatnya bisa merugikan pemilik mobil.

Lalu, apa jadinya jika mobil bermesin bensin terisi bahan bakar solar? Menurut Service Advisor Astra Isuzu Solo, Haryanto, hal ini akan mengakibatkan mesin mobil tersendat. Mesin yang tersendat lantaran ada perbedaan titik nyala pada bahan bakar jenis solar dan bensin.

“Pertama mesin masih bisa hidup. Tetapi kemungkinan akan menjadi tersendat. Karena titik nyala bensin dan solar berbeda, maka busi tidak akan bisa melakukan pembakaran dengan sempurna,” jelas Haryanto seperti dilansir Kompas.com.

Akibat paling fatal dari salah isi BBM dari yang seharusnya bensin menjadi solar adalah mesin mobil akan mati di tempat dan tidak bisa dihidupkan lagi. Jika sudah begitu, pemilik kendaraan harus membawa mobilnya ke bengkel menggunakan towing. Namun jika pemilik mobil menyadari sedari awal bahwa ada kesalahan pengisian bahan bakar, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mematikan mesin dan tak memaksa kendaraan berjalan. Jika dipaksa berjalan sampai menemukan bengkel, kerusakannya bisa lebih parah.

Baca Juga: Rajin Segarkan Tampilan Ertiga Setiap Tahun, Suzuki Beberkan Alasannya

Haryanto menyarankan agar mobil tetap diangkut menggunakan towing menuju bengkel. Jika kondisinya belum parah, yang perlu dilakukan hanya menguras tangki bahan bakar hingga benar-benar bersih. Lalu diisi kembali menggunakan bahan bakar yang sesuai. Haryanto mengingatkan, yang biasanya menyebabkan kerusakan parah adalah memaksa mesin tetap menyala meski salah mengisi jenis bahan bakar.

“Memamg mesin masih bisa hidup (jika salah mengisi jenis bahan bakar) atau dioperasikan dalam waktu tertentu, sampai akhirnya mogok sendiri. Itu yang membuat kerusakannya menjadi fatal,” jelasnya.



Kembali ke atas