Bukan Adamantium, Ini Keunggulan Serat Karbon yang Lebih Kuat dari Baja

Ditulis oleh : Farah Diba Agustine

9 October 2019

Bukan Adamantium, Ini Keunggulan Serat Karbon yang Lebih Kuat dari Baja

momobil.id – Penggemar balapan Formula 1 pasti sudah tidak asing dengan material serat karbon. Material premium ini memang menjadi rahasia tangguhnya mobil Formula 1. Tak hanya untuk balapan, material serat karbon juga marak dijual di pasaran dan dapat disematkan ke berbagai komponen mobil lantaran ketangguhannya yang disebut lebih kuat dari baja. Dengan segala keunggulan yang dimiliki, material ini tentunya dijual dengan harga yang tidak murah.

Serat Karbon dibuat bahan baku yang disebut prekursor, terdiri dari sembilan puluh poliakrilonitril (PAN) dan 10 persen rayon atau petroleum pitch. Bahan-bahan tersebut merupakan polimer organik. Dengan kata lain, serat ini berbentuk komposit, alias terdiri dari dua atau lebih material berbeda yang mana jika digabungkan dapat membentuk material dengan karakteristik baru.

Kuat atau tidaknya hasil komposit tersebut tergantung tingkat ketepatan campurannya. Maka, prekursor masing-masing pabrikan mobil juga bervariasi dan biasanya dianggap sebagai rahasia dagang. Agar komposit serat karbon dapat terbentuk kokoh, anyamannya dapat diletakkan pada sebuah cetakan dan diberi resin sebagai penguat, biasanya seperti epoxy atau plastik.

Apa keunggulan serat karbon?

Serat karbon termasuk material yang kuat dan ringan, bahkan melampaui baja. Velg mobil F1 contohnya, tidak mudah pecah atau penyok meski terhantam berkali-kali.

Contoh lainnya dari mobil Polestar 1 yang menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer Composites (CFRP) sebagai material utama mobilnya. Saat dilakukan uji benturan secara frontal dengan kecepatan 56 km/jam dan sejauh 157 meter dari media tabrakan, mobil Polestar 1 terlihat memiliki struktur yang sangat kuat karena tidak ditemukan kerusakan.

Selain itu, Jika beberapa komponen mobil terbuat dari serat karbon, maka mobil tersebut juga akan berbobot lebih ringan dan akhirnya akan mengurangi penggunaan bahan bakar dan dapur pacunya juga jadi lebih bertenaga.

Bobot mobil ikut menentukan kinerja mesin mobil. Jika bobotnya berat, maka mesin juga harus bekerja lebih ekstra. Kerja mesin yang ekstra ini tentunya banyak menyedot konsumsi BBM.

Jika diaplikasikan pada interior mobil, serat karbon dapat menangkal sinar UV sehingga mencegah penurunan kualitas dashboard dan mencegah timbulnya karat pada bagian tertentu. Lebih dari itu, penampilan mobil menjadi lebih elegan.

Apa kekurangannya?

Dengan segala keunggulannya, serat karbon tetap memiliki kekurangan. Pertama, harganya yang mahal. Lalu, materialnya yang kuat ternyata sulit direparasi jika sewaktu-waktu mengalami kerusakan akibat kecelakaan atau benturan hebat.

Bahkan terdapat sumber yang mengatakan bahwa kerusakan pada serat karbon tidak dapat diperbaiki. Jika pun dapat diperbaiki, dapat dilakukan resin ulang untuk merekatkan kembali anyaman serat karbonnya. Jika tidak bisa diperbaiki, maka limbahnya juga sulit didaur ulang.

Sumber gambar: Polestar

berita terkait lainnya

momobil.id, Situs Jual Beli Mobil Bekas Terbaik di Indonesia

Perusahaan pembiayaan otomotif dan multiguna terbesar di Indonesia, PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk (Adira Finance), secara resmi meluncurkan momobil.id yaitu satu-satunya used-car marketplace yang memiliki layanan terlengkap di Tanah Air. momobil.id merupakan platform jual beli mobil bekas yang mempertemukan pembeli dengan penjual mobil bekas perorangan (C2C) dan dealers (B2C). momobil.id menjadi situs jual beli mobil bekas terbaik di Indonesia... Read More

Kembali ke atas