Ini Penyebab Ban Mobil Benjol dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 1 September 2022

Ini Penyebab Ban Mobil Benjol dan Cara Mengatasinya

momobil.id – Setiap komponen mobil tentu akan bermasalah seiring dengan penggunaan, termasuk ban mobil. Masalah pada ban mobil yang bocor tidak hanya terjadi karena tertusuk benda tajam atau gundul. Ban benjol juga bisa menjadi salah satu penyebab ban bocor atau meledak. Oleh karena itu, pemilik mobil perlu mengenal penyebab ban mobil yang benjol serta cara mengatasinya.

Penyebab Ban Mobil yang Benjol

Ada berbagai hal yang dapat memicu benjolan pada ban mobil. Berikut adalah berbagai penyebabnya.

1. Permukaan Ban Sering Terkena Benda Tajam

Ban mobil yang sering terkena benda tajam juga bisa menjadi penyebab dari timbulnya benjol pada ban. Material yang keras dan tajam seperti paku, beling, sekrup, atau jalan yang rusak banyak ditemukan di perkotaan. Jika ban sering terkena benda tajam, maka akan rentan timbul benjolan atau bahkan bocor. Oleh karena itu, pemilik mobil perlu mensiasati hal ini dengan memilih ban berkualitas dan selalu dicek tekanan udaranya.

2. Pengisian Angin Ban yang Berlebihan

Ban benjol bisa saja terjadi karena pengisian angin yang berlebihan. Ketika ban memiliki angin berlebih dan cuaca sedang dalam keadaan panas, maka tekanan di dalam ban akan meningkat. Jika tekanan ban tidak dikurangi, maka akan muncul benjolan di sekitar ban.

Oleh karena itu, pengisian angin ban tidak boleh dilakukan sembarangan. Tekanan angin pada ban mobil tidak boleh kurang atau lebih. Batas pengisian angin ban berkisar antara 30-32.

3. Suspensi Mobil yang Bermasalah

Penyebab lain ban mobil yang benjol adalah suspensi yang bermasalah, keras, atau bahkan mati. Suspensi pada kendaraan berfungsi untuk meredam getaran ketika mobil berjalan di jalanan yang rusak.

Ketika suspensi kendaraan bermasalah, bantingan roda akan semakin keras. Kinerja dari ban juga akan menjadi lebih keras dan bisa merusak benang ban. Oleh karena itu, ketika suspensi mobil rusak, maka ada baiknya untuk mengemudi di jalanan yang rata dan pelan. Hal ini dapat menghindari risiko ban benjol.

4. Deformasi Bentuk Ban

Seiring dengan pemakaian, ban yang bergesekan dengan permukaan aspal dapat membuat lapisannya terkikis. Ban akan mengalami deformasi ketika kondisi ban sudah tipis. Hal ini diakibatkan karena kondisi ban tipis memudahkan benang ban cepat putus, sehingga muncul benjolan pada permukaan ban.

Baca Juga: Ketahui Letak Stiker Keterangan Tekanan Angin Ban Mobil

Bagaimana Jika Ban Benjol Dibiarkan?

Ban benjol yang dibiarkan tentu dapat berdampak pada kenyamanan berkendara. Apabila benjolan terletak pada tapak ban, maka mobil akan berjalan seperti delman dan tidak mulus.

Jika ban benjol dibiarkan secara terus menerus, maka risiko ban pecah akan semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena permukaan ban benjol lebih tipis dibandingkan dengan permukaan lain. Selain itu, ban akan mengalami gesekan dengan permukaan aspal yang panas dan membuat permukaan semakin terkikis dan pecah.

Apabila permukaan ban sudah timbul benjolan, maka segera ganti ban dengan yang baru. Ban yang benjol sudah tidak bisa diperbaiki karena kondisinya tidak akan kembali ke bentuk semula.

Cara Mengatasi Ban Benjol

Sebelum timbul masalah ban benjol, pemilik mobil bisa melakukan berbagai hal untuk mencegah hal ini. Berikut ini merupakan berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi ban benjol.

1. Pengisian Angin Ban yang Tepat

Tekanan angin ban pada mobil harus diperhatikan untuk mengatasi adanya benjol pada ban. Pastikan tekanan angin ban, tidak kurang atau tidak berlebh. Pengisian angin ban yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan benang pada ban putus, dan kondisi ban buruk.

Biasanya batas tekanan ban pada mobil adalah 30 hingga 32. Pemilik mobil bisa mengecek tekanan angin ban yang tepat pada sticker yang terletak di pintu mobil, atau sesuai dengan rekomendasi bengkel.

2. Gunakan Ban Berkualitas

Kualitas ban yang baik tentu akan semakin awet ketika digunakan. Oleh karena itu, pilihlah ban dengan kualitas yang bagus. Sebelum membeli ban, konsultasikan dahulu jenis dan spesifikasi ban yang cocok dengan bengkel resmi.

Gunakan ban yang orisinil, sehingga ketebalan, dan guratannya benar. Pemilik mobil disarankan untuk melakukan penggantian ban di bengkel resmi.

3. Melakukan Rotasi Ban

Rotasi ban merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga keawetan ban. Ketika permukaan ban aus tidak merata, maka kenyamanan berkendara akan berkurang. Ban yang terkikis hanya pada satu sisi seiring berjalan waktu akan semakin tipis pada bagian tersebut. Oleh karena itu penting untuk melakukan rotasi ban.

Merotasi ban mobil bisa dilakukan dengan mudah, yaitu dengan menukar ban mobil antara depan dan belakang, atau sisi kanan dan kiri. Penukaran ban juga bisa dilakukan secara silang, yaitu ban kanan dan ban kiri yang ada di depan dan belakang. 

4. Hindari Memuat Barang Berlebihan

Setiap ban memiliki kemampuan untuk menahan tekanan dan beban pada mobil. Jika pemilik mobil memuat barang yang berlebihan setiap harinya, maka hal tersebut sudah di ambang batas kemampuan ban. Hal ini tentunya dapat menimbulkan benjolan pada permukaan ban dalam jangka waktu singkat.

mobil terkait

Rp 345.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 205.000.000

Individu

SURABAYA

Rp 343.700.000

Individu

JAKARTA

Rp 1.605.600.000

Individu

JAKARTA

Rp 331.100.000

Individu

Rp 309.100.000

Individu


Kembali ke atas