Ini Penyebab Mual Ketika Duduk di Kursi Belakang Mobil

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 15 November 2023

Ini Penyebab Mual Ketika Duduk di Kursi Belakang Mobil

momobil.id – Sebagian orang sering mengalami mabuk atau mual selama perjalanan, terutama penumpang di kursi belakang. Kondisi ini tentu membuat tubuh tidak merasa nyaman, dan perjalanan menjadi tidak menyenangkan. Lantas, apa penyebab seseorang mual ketika duduk di kursi belakang mobil?

Mual selama perjalanan sering disebut sebagai motion sickness. Hal ini terjadi ketika seseorang berada di dalam kendaraan yang bergerak, seperti mobil, pesawat terbang, atau kapal laut. Motion sickness memiliki berbagai macam gejala, misalnya pusing, mata berkunang-kunang, vertigo, hingga muntah dan mual.

Penyebab Mual Bila Duduk di Kursi Belakang Mobil

Ada beberapa penyebab mengapa duduk di kursi belakang mobil dapat menyebabkan mual atau mabuk dalam perjalanan. Berikut pembahasannya.

1. Akibat Sistem Pergerakan Roda Mobil

Mobil memiliki sistem roda depan yang bergerak ke kiri atau ke kanan mengikuti setir kemudi. Sementara roda bagian belakang tidak bergerak mengikuti kemudi. Ketika dalam perjalanan, pengemudi dan penumpang bagian depan tidak akan merasa mual karena tubuhnya berbelok sesuai denga alur roda yang berbelok. Sementara penumpang bagian belakang hanya mengikuti efek haluan mobil. Oleh karena itu, seringkali penumpang belakang merasa mual atau pusing ketika duduk di belakang mobil.

2. Ketidakseimbangan Otak

Ketika penumpang duduk di belakang, penumpang akan sulit melihat ke arah jalan karena keterbatasan ruang pandang. Penumpang hanya bisa melihat kursi jok depan. Otak akan mengalami kebingungan dalam mengkoordinasikan pancaindra. Mata melihat benda di hadapannya yang seolah tidak bergerak, sementara telinga mendengar suara angin dan gesekan ban dengan aspal, serta merasakan adanya pergerakan. Otak harus memproses visualisasi pandangan penumpang yang tidak sesuai antara input visual dan sensori motor tubuh, sehingga akan menimbulkan konflik sensorik dan rasa mual.

3. Sirkulasi Udara yang Buruk

Kursi bagian depan memiliki sirkulasi udara yang baik berkat adanya AC atau pendingin udara. Sementara kursi bagian belakang memiliki sirkulasi udara yang kurang baik jika dibandingkan dengan kursi depan. Udara panas dan tidak segar dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa mual.

Baca Juga: Begini Cara Ampuh Mengatasi Mabuk Perjalanan

Mengatasi Mual dalam Perjalanan

Agar perjalanan lebih menyenangkan, berikut ini merupakan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa mual saat perjalanan.

1. Duduk di Kursi Depan

Jika memungkinkan, penumpang yang sering mengalami mual disarankan untuk duduk di kursi depan mobil. Kursi depan memiliki pandangan yang lebih baik, serta minim getaran yang dapat mengurangi rasa mual.

2. Memejamkan Mata dan Berbaring

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi mual dalam perjalanan adalah memejamkan mata dan mengambil nafas secara perlahan. Pejamkan mata hingga rasa mabuk mereda. Selain itu, penumpang juga bisa berbaring atau mengambil posisi duduk bersandar yang dapat mengurangi mual.

3. Minum Obat Anti Mabuk atau Konsumsi Permen Mint

Sebelum melakukan perjalanan, penumpang kursi belakang disarankan untuk mengonsumsi obat anti mabuk. Obat anti mabuk yang bisa digunakan tanpa resep dokter adalah Domperidone dan Metoclopramide. Konsumsi obat mabuk dilakukan setidaknya 1-2 jam sebelum melakukan perjalanan.

Selain itu, penumpang bagian belakang juga bisa mengonsumci permen mint atau jahe saat perjalanan. Aroma mint dan jahe mampu mengurangi rasa mual, serta memberikan ketenangan pada tubuh.

4. Fokus pada Titik Tetap

Hindari melihat objek yang bergerak cepat di luar jendela, seperti kendaraan yang melintas atau objek dekat kendaraan untuk menghindari rasa mual perjalanan. Fokuslah pada satu titik, seperti gunung, pemandangan, atau bangunan dari jauh.

5. Hindari Membaca atau Menggunakan Perangkat

Membaca dan bermain ponsel saat perjalanan dapat memicu rasa pusing dan mual. Hal ini dikarenakan kegiatan tersebut menyebabkan ketidakselarasan mata dan telinga. 

mobil terkait

Rp 177.000.000

Individu

MAGELANG

Rp 277.000.000

Individu

MAGELANG

Rp 137.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 168.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 120.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 90.000.000

Individu

JEMBER


Kembali ke atas