Ini Perbedaan Antara Timing Belt dan Timing Chain

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 14 May 2020

Ini Perbedaan Antara Timing Belt dan Timing Chain

momobil.id – Para pengguna mobil tentu tidak asing lagi dengan kata timing chain dan timing belt. Kedua komponen ini memiliki fungsi yang sama untuk menghubungkan crankshaft dan camshaft agar katup-katup pada mesin dapat membuka dan menutup dengan tepat, sehingga kerja mesin menjadi optimal. Perbedaan dari kedua komponen ini terletak pada materialnya. Timing Belt menggunakan material dari bahan karet. Sedangkan untuk timing chain menggunakan rantai besi.

Untuk karakteristiknya, kedua komponen ini memiliki karakteristik masing-masing. Timing Belt cenderung lebih mudah aus karena terbuat dari karet, namun tidak berisik saat sedang bekerja. Sementara timing chain akan lebih berisik saat sedang bekerja, namun memiliki usia yang cenderung lebih tahan lama.

Meskipun kedua komponen memiliki masa pakai yang lama, namun pengecekan pada kedua komponen ini harus dilakukan secara rutin. Hal ini disebabkan karena kerusakan pada timing belt tidak akan menghasilkan suara aneh pada mobil. Jika didiamkan saja, maka akan berisiko dan memberikan dampak negatif pada mobil yang digunakan.

Penggantian Timing Belt

Komponen timing belt memiliki masa usia pakai sama seperti komponen mobil lainnya. Penggantian timing belt harus dilakukan jika mobil sudah menempuh jarak 40.000km. Jika tidak diganti maka timing belt bisa getas dan akhirnya putus. Hal ini tentunya membuat berbagai komponen pada mobil bisa saing menghantam. Namun, untuk mencegah hal yang berbahaya, disarankan untuk mengganti timing belt setiap 20.000km.

Seiring penggunaan, komponen timing belt akan mengalami penurunan kualitas seperti kurang elastis dan tipis karena bekerja di suhu yang tinggi. Jika timing belt getas, terlihat tipis, dan retak, maka disarankan untuk diganti dengan yang baru. Jika tidak diganti, tentu saja hal ini akan berbahaya. Selain itu, Timing belt juga akan kendur karena terbuat dari karet. Hal ini jangan dianggap sepele karena dapat menimbulkan kecelakaan. Oleh karena itu, timing belt harus diganti jika mulai terasa kendur.

Ciri-ciri lain dari timing belt yang harus diganti adalah ketika gerigi mulai aus atau hilang. Hal ini memang terkesan sepele, namun harus diperhatikan. Timing Belt yang aus atau hilang dapat membuat pegangan grip pada noken atau camshaft menjadi tidak maksimal.

Baca Juga : Ini Kelebihan Mobil Listrik yang Tidak Dimiliki oleh Mobil BBM

Penggantian Timing Chain

Untuk usia dan waktu penggantian timing chain tidak berbeda dengan timing belt. Ketika mobil sudah menyentuh angka KM 40.000 – 50.000, maka disarankan untuk mengganti timing chain. Biasanya di KM 40.000 – 50.000, banyak komponen kendaraan yang aus dan umumnya timing chain harus diganti. Masalah pemasangan, timing chain harus dipasang pas dan tidak boleh terlalu tegang atau kendur. Hal ini dapat mempengaruhi usia dan daya tahan timing chain saat bekerja.



Kembali ke atas