Ini Perbedaan Ban Mobil Listrik dengan Ban Biasa

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 20 November 2023

Ini Perbedaan Ban Mobil Listrik dengan Ban Biasa

momobil.id – Saat ini, produsen otomotif gencar menghadirkan mobil bertenaga listrik untuk pasar Indonesia. Meskipun memiliki bentuk yang mirip, mobil listrik memiliki sejumlah perbedaan jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran internal (ICE). Bukan hanya dapur pacu, ban yang digunakan mobil listrik juga memiliki perbedaan dengan ban biasa. Lantas, apa bedanya?

Perbedaan Ban Mobil Listrik dengan Ban Biasa

Berikut ini merupakan beberapa perbedaan ban mobil listrik dengan ban mobil bermesin pembakaran internal.

1. Memiliki Tingkat Kebisingan Rendah

Salah satu perbedaan ban mobil listrik dengan ban biasa adalah tingkat kebisingan. Mobil listrik memiliki karakter umum yaitu senyap ketika dijalankan. Untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Biasanya, ban mobil listrik ditambahkan sealant agar mampu menyerap bising.

2. Durabilitas Ban Lebih Kuat

Mobil listrik dikenal memiliki torsi yang besar dan instan. Agar mampu menyesuaikan torsi yang besar, ban yang digunakan juga memiliki durabilitas yang lebih kuat ketimbang ban biasa.

3. Ban dengan Rolling Resistance Rendah

Mobil listrik memiliki ban khusus yang mengedepankan efisiensi daya. Agar konsumsi daya lebih irit, mobil listrik menggunakan ban dengan jenis Low Rolling Resistance (LRR). Ban jenis ini memiliki kemampuan gelinding yang lebih baik, pendistribusian tenaga lebih baik, dan mampu menghemat daya.

4. Grip Tapak Ban yang Lebih Baik

Memiliki rolling resistance rendah berarti gaya gesek yang dihasilkan ban lebih rendah. Sedangkan grip tapak ban mobil yang baik mampu menghasilkan gaya gesek yang besar. Oleh karena itu, ban mobil listrik memiliki grip yang baik, namun dengan rolling resistance yang lebih rendah.

Baca Juga: Ketahui Cara yang Tepat Merawat Ban Mobil Listrik

Bagaimana Jika Mobil Listrik Menggunakan Ban Biasa?

Mobil listrik menggunakan ban khusus yang tentunya berbeda dari mobil bermesin konvensional. Hal ini dikarenakan jenis mobil tersebut memiliki karakter dan spesifikasi yang berbeda. Namun, bagaimana jika mobil listrik dipaksa menggunakan ban biasa?

Dilansir dari Kompas.com, menurut Presiden Direktur PT Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, kendaraan elektrifikasi bisa saja dipakaikan ban biasa. Meskipun demikian, kinerjanya tentu tidak akan optimal.

“Sebenarnya mobil listrik bisa saja dipasangkan ban kendaraan konvensional, tapi tidak akan optimal karena kita ketahui mobil listrik itu sangatlah senyap,”ujarnya. “Sehingga ban khusus mobil listrik itu, ditambahkan sealant technology yang dapat mengurangi noise atau membuatnya sangat senyap,” lanjut Mukiat, dilansir dari Kompas.com.

Salah satu hal yang berdampak adalah kesenyapan kabin. Mobil listrik yang menggunakan ban biasa tentu tidak lebih senyap jika dibandingkan dengan ban khusus. Hal ini dikarenakan ban mobil listrik memiliki sealant technology yang dapat mengurangi noise.

Selain berdampak pada kesenyapan kabin, ban mobil biasa juga dapat mengurangi konsumsi daya mobil listrik. Pada umumnya bobot mobil bermesin pembakaran internal memiliki bobot yang lebih ringan, sehingga membutuhkan ban yang relatif lebih berat. Bobot ban yang tidak sesuai dapat membuat konsumsi daya mobil listrik semakin boros.

mobil terkait

Rp 158.000.000

Individu

BANYUASIN

Rp 175.000.000

Individu

MAGELANG

Rp 285.000.000

Individu

MAGELANG

Rp 370.000.000

Individu

MAGELANG

Rp 165.000.000

Individu

SIDOARJO

Rp 145.000.000

Individu

SIDOARJO


Kembali ke atas