Ini Tips Mengemudi yang Aman di Jalan Tol

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 26 June 2020

Ini Tips Mengemudi yang Aman di Jalan Tol

momobil.id – Berkendara di jalan tol memang lebih mudah dibanding berkendara di jalan raya, namun membutuhkan perhatian yang lebih. Apabila pengemudi kehilangan konsentrasi, maka peluang terjadinya kecelakaan akan semakin besar. Salah satu hal yang membutuhkan konsentrasi lebih adalah saat berpindah jalur. Tentunya pengemudi harus mengendarai dengan kecepatan lebih tinggi dari pengendara lain. Agar terhindar dari kecelakaan di jalan tol, berikut adalah tips mengemudi yang aman di jalan tol.

Jaga Jarak Aman

Tips utama dalam mengemudi di jalan tol adalah menjaga jarak. Menjaga jarak di jalan tol merupakan hal yang sangat penting dan harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Untuk jarak yang ideal antara kendaraan adalah sekitar 10-20 meter. Bagi pengemudi pemula, pengemudi bisa menggunakan “cara 3 detik”, dimana pengemudi bisa menggunakan selisih waktu antara mobil yang dikendarai dengan mobil depan selama 3 detik. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan melihat ban belakang mobil depan. Apabila ban mobil belakang masih terlihat, maka jarak mobil pengemudi dengan mobil depan aman.

Hindari Rasa Kantuk

Pengemudi seringkali merasa bosan ketika menyetir di jalan tol. Kecepatan yang konstan dan jalan lurus seringkali membuat pengemudi mengantuk dan melamun. Apabila pengemudi mengantuk dan melamun, mobil akan keluar jalur atau menabrak kendaraan lain. Hal ini tentunya sangat merugikan pengemudi dan pengguna jalan tol lain. Oleh karena itu, pengemudi disarankan untuk mendengarkan musik dengan irama bersemangat, membawa cemilan atau minuman, dan berhenti sejenak untuk tidur.

Perhatikan Spion Sebelum Berpindah Jalur

Sebelum berpindah jalur, ada baiknya pengemudi melihat keadaan sekitar terlebih dahulu lewat spion. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada mobil yang bergerak di jalur yang sama. Apabila jalur kosong, maka nyalakan lampu sein sebagai tanda untuk mendahului. Kecelakaan bisa saja terjadi apabila pengemudi langsung berpindah jalur tanpa melihat kondisi sekitar kendaraan.

Baca Juga : Kenali Medan yang Wajib Ditaklukan Bagi Pengemudi Mobil Manual

Beri Klakson atau Kedipan Lampu Bila Tidak Ada Celah Mendahului

Pada umunya, lajur kanan dipakai untuk mendahului, sedangkan lajur kiri dipakai untuk jalur lambat. Namun, beberapa pengemudi melaju pelan pada lajur kanan sehingga mengganggu para pengguna lajur kanan. Terkadang pengemudi harus menunggu lajur kosong yang tentunya membutuhkan waktu lama. Untuk mengatasi hal ini, pengemudi memberikan tanda berupa klakson atau kedipan lampu agar kendaraan di depan berpindah lajur.

Adab Pengemudi Lajur Lambat

Kecepatan yang konstan dan lambat bukan berarti pengemudi jalur lambat tidak memiliki tanggung jawab di jalan tol. Apabila ada mobil yang hendak masuk ke dalam jalan tol, pengemudi jalur lambat harus berpindah jalur. Hal ini dilakukan agar mobil yang baru masuk ke jalan toll dapat menyesuaikan kecepatan terlebih dahulu. Selain penggunaan jalur lambat, ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan oleh orang Indonesia saat menggunakan jalan tol. Kesalahan tersebut yaitu bahu jalan sering dipakai untuk jalur mendahului, lajur cepat namun mobil berjalan dengan kecepatan konstan, dan berpindah jalur dengan kasar pada saat masuk gerbang tol. Hal ini tentunya harus dihindari, sebab dapat mengganggu pengguna jalan tol yang lain.

Sumber gambar: Kompas.com



Kembali ke atas