Jepang Berencana Larang Penjualan Mobil Konvensional Pada 2030

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 7 December 2020

Jepang Berencana Larang Penjualan Mobil Konvensional Pada 2030

momobil.id – Tren kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik tengah naik daun di seluruh dunia. Jepang pun berinisiatif mempercepat larangan penjualan mobil baru bermesin konvensional murni pada 2030 guna mengurangi emisi karbon.

Seperti dilansir Kompas.com yang mengutip laporan Nikkei, Menteri Perekonomian dan Perdagangan Jepang tengah mempertimbangkan pelarangan mobil konvensional untuk mempercepat peralihan ke mobil berteknologi elektrifikasi, seperti hybrid maupun listrik murni.

Hal ini menjadi bagian dalam strategi jangka panjang Jepang yang ingin menerapkan nol emisi pada 2050 mendatang, seperti yang disampaikan Perdana Menteri Yoshihide Suga beberapa waktu lalu.

Pelarangan tersebut rencananya akan dibahas pemerintah bersama para eksekutif produsen otomotif yang akan digelar dalam sebuah rapat akhir tahun ini. Selain itu akan dibicarakan juga arahan transisi dari mobil hybrid ke listrik.

Sebab, mobil konvensional disebut menyumbang 20 persen dari total emisi karbondioksida negara. Sementara mobil-mobil berbasis EV dan PHEV (plug in hybrid electric vehicle) hanya berkontribusi 0,9 persen dari jumlah polusi di negara tersebut.

Adapun untuk penjualan mobil baru, saat ini mobil konvensional dengan mesin bensin mengambil porsi sebanyak 60 persen, sedangkan mobil hybrid sekitar 30 persen. Seperti diketahui, industri otomotif Jepang terbilang cukup kuat dalam hal kendaraan elektrifikasi hybrid, tetapi belum banyak menjual mobil listrik murni (battery electric vehicle).

Baca juga: Daftar Fitur Canggih di Mobil Modern yang Bisa Membantu Pengemudi

Meskipun, status mobil listrik massal pertama di dunia dipegang Nissan dengan memasarkan Leaf pada Desember 2010. Tapi, permasalahan perusahaan melilit Nissan, membuat pamor Leaf jadi tergilas oleh pengembangan Tesla. Jika terus bertahan dengan strategi yang diterapkan sekarang, Jepang berisiko tertinggal tren industri global yang kini bergeser ke mobil listrik berbasis baterai.


Kembali ke atas