
momobil.id – Komponen mobil yang krusial menyangkut kenyamanan adalah AC mobil. Layaknya komponen lain, AC mobil juga akan mengalami kerusakan seiring pemakaian.
Berikut ini adalah beberapa kebiasaan buruk pemilik mobil yang dapat membuat komponen AC cepat rusak.
Menyalakan AC dengan suhu yang terlalu dingin memang terasa menyegarkan, namun hal ini dapat membuat kompresor AC bekerja lebih keras dan lebih lama.
Hal ini dapat mempercepat keausan kompresor dan komponen lainnya di dalam sistem AC.
Sebaiknya, atur suhu AC pada 22-25 derajat Celcius untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan kesehatan AC.
Sama seperti komponen mobil lainnya, AC juga membutuhkan perawatan berkala. Perawatan ini meliputi penggantian filter udara, pengecekan freon, dan pembersihan evaporator.
Jika Anda jarang merawat AC, kotoran dan debu dapat menumpuk di dalam sistem AC dan mengganggu kinerja kompresor.
Hal ini dapat mengakibatkan AC tidak dingin, bahkan bisa menyebabkan kerusakan serius.
Baca Juga: Jangan Tunggu Sampai Panas, Begini Cara Merawat AC Mobil yang Benar
Saat membuka kaca, udara dari luar akan masuk ke dalam kabin mobil.
Ketika AC sedang menyala, udara luar yang mengandung kotoran tidak terfiltrasi dan otomatis masuk ke dalam komponen AC.
Kotoran yang berasal dari udara luar tersebut akan bersarang pada komponen filter kabin.
Ootomatis, kinerja kompresor membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai temperatur udara yang diinginkan.
Hal ini membuat komponen AC lebih cepat rusak. Oleh karena itu, pemilik mobil disarankan untuk membersihkan komponen filter AC dan kabin mobil.
Usahakan kabin mobil terbebas dari debu dan kotoran agar kinerja AC lebih optimal.
Kebiasaan merokok di dalam mobil dapat membuat AC mobil cepat rusak. Hal ini diakibatkan oleh abu rokok yang tersedot dan mengotori filter AC.
Abu rokok yang menumpuk dapat membuat kinerja kompresor lebih berat, sehingga udara terasa lebih panas.
Hal ini dikarenakan asap rokok mengandung banyak zat berbahaya yang dapat merusak komponen AC, seperti evaporator dan filter udara.
Zat-zat ini dapat menempel pada komponen AC dan membuatnya menjadi kotor dan tersumbat.
Hal ini dapat mengakibatkan AC tidak dingin, bahkan bisa menyebabkan kerusakan serius.
Agar suhu tetap sejuk, biasanya pemilik mobil menyalakan AC saat kondisi mesin mobil mati. Meskipun tidak berdampak langsung terhadap komponen AC, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi komponen mesin, khususnya aki.
Kelistrikan aki menjadi tidak stabil karena kinerja aki yang berat saat menyalakan mesin dan AC secara bersamaan. Arus listrik yang tidak stabil nantinya akan berdampak pada kelistrikan komponen AC.
Sebaiknya, matikan AC beberapa menit sebelum mematikan mobil. Hal ini untuk memberikan waktu bagi evaporator untuk mendingin dan mengering.
Jika AC langsung dimatikan saat mobil dimatikan, evaporator yang masih basah dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur dan bakteri. Hal ini dapat mengakibatkan AC berbau dan tidak dingin.
Mobil Baru
Mobil Bekas
Tukar Tambah
Test Drive
Simulasi Kredit