Mobil Kelamaan Nganggur Bisa Menyebabkan Bahan Bakar Menjadi Basi

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 21 January 2020

Mobil Kelamaan Nganggur Bisa Menyebabkan Bahan Bakar Menjadi Basi

momobil.id – Tak melulu mobil yang jarang digunakan adalah mobil yang sehat. Sebaliknya, mobil yang jarang digunakan justru bisa terkena penyakit. Salah satu penyakit yang bisa menerpa mobil dengan kondisi tersebut adalahnya efek dari basinya bahan bakar di ruang tangki.

Bensin atau solar menjadi basi jika mobil tidak dipakai sama sekali selama lebih dari tiga bulan. Bensin yang basi juga mengalami penurunan kualitas Research Octane Number (RON) dan kemudian akan menjadi residu.

Jika sudah menjadi residu, maka hal ini akan menjadi penyakit mobil karena membahayakan sistem pembakaran. Residu ini bisa menyumbang fuel pump serta injektor. Selain itu, residu yang mengendap di dasar tangki juga bisa menyebabkan karat yang berpotensi membuat tangki bahan bakar bocor.

Ilustrasi tangki bahan bakar

“Iklim tropis juga membuat bakteri berkembang biak sangat cepat di dalam tangki yang menyebabkan pengendapan, serta penurunan nilai oktan seiring waktu,” ujar perwakilan BRQ Fuel Catalyst, Setiady Sungkono, seperti dilansir Otomotifnet.

Untuk mengenali apakah bahan bakar tersebut sudah basi atau belum, Setiady menjelaskan warna bahan bakar akan menjadi keruh. Penurunan kualitas bahan bakar ini akan terjadi secara bertahap, sekitar 30 hari bahan bakar akan berubah kualitasnya. Jika sudah terlanjur basi, maka pemilik kendaraan sebaiknya menguras tangki bahan bakarnya guna menghindari datangnya penyakit mobil yang lebih berat.

Baca Juga: Daftar Harga Terbaru BBM Non Subsidi Januari 2020

Selain untuk mengeluarkan bahan bakar yang sudah basi, pengurasan tangki juga bertujuan mengeluarkan endapan kotoran di dalam tangki yang bisa menyumbat lubang injektor. Lalu, berapa biaya menguras tangki? Harganya cukup bervariasi, mulai dari Rp200 ribuan hingga Rp1 juta, tergantung dari jenis mobilnya. Harga tersebut biasanya hanya ongkos jasanya saja.

Sumber gambar: Shutterstock



Kembali ke atas