Kenali 3 Macam Stabilizer Bar pada Mobil Beserta Fungsinya

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 25 June 2020

Kenali 3 Macam Stabilizer Bar pada Mobil Beserta Fungsinya

momobil.id – Kendaraan memiliki berbagai macam komponen. Salah satu komponen yang penting pada kendaraan adalah sistem suspensi. Dalam sistem suspensi, terdapat stabilizer bar. Komponen ini berfungsi untuk menstabilkan kendaraan dan meningkatkan daya cengkram ban terhadap permukaan jalan. Komponen stabilizer ini biasanya sudah tersemat di dalam suspensi mobil, namun masih ada beberapa kendaraan yang tidak memiliki komponen ini. Sebagian modifikator menambahkan komponen stabilizer pada suspensi mobil agar mobil lebih stabil saat bermanuver. Komponen stabilizer ini memiliki berbagai jenis dan macamnya. Berikut ini adalah macam komponen stabilizer bar pada mobil.

Strut Bar

Pemasangan strut bar atau front bar pada mobil berfungsi untuk menambah rigiditas mobil pada saat bermanuver, khususnya di tikungan. Saat mobil berbelok, muncul tekanan dari permukaan jalan. Strut bar ini bekerja menjaga tekanan dari kedua sisi supaya mobil lebih stabil dan seimbang. Modifikasi mobil menggunakan strut bar juga mengurangi body roll atau limbung pada mobil saat bermanuver. Komponen stabilizer ini biasanya dipasang pada sisi kanan dan kiri strut tower yang menjadi mounting point dari shock breaker ke bagian sasis mobil.

Front Lower Bar dan Rear Lower Bar

Stabilizer bar yang dipakai pada sebagian modifikasi mobil adalah front lower bar dan rear lower bar. Fungsi dari lower bar ini adalah sebagai penghubung lower arm dengan sasis. Hal ini dapat membuat kinerja lower arm lebih baik dan performa dari mobil semakin meningkat. Lower arm sendiri memiliki fungsi untuk mengendalikan roda.

Baca Juga : Kenali Fungsi dan Cara Menggunakan Fitur Lampu Follow Me Home

Anti Roll Bar / Sway Bar

Seringkali mobil mengalami oversteer atau understeer saat bermanuver. Oversteer adalah kondisi dimana ban belakang kehilangan daya cengkram nya sedangkan understeer adalah kondisi ban depan yang kehilangan traksi. Gejala oversteer biasanya dialami oleh mobil penggerak roda belakang (RWD) sedangkan understeer dialami oleh mobil berpenggerak roda depan (FWD). Untuk mengurangi gejala oversteer dan understeer digunakan anti roll bar. Pemasangan anti roll bar biasanya dipasang pada komponen suspensi belakang.

Sumber gambar: otoseken.id


Kembali ke atas