Kenali Gejala Kerusakan Transmisi pada Mobil Matic

Ditulis oleh : Redaksi momobil.id | 7 September 2020

Kenali Gejala Kerusakan Transmisi pada Mobil Matic

momobil.id – Mobil transmisi otomatis menjadi pilihan banyak orang terutama di daerah perkotaan lantaran menawarkan kenyamanan dan kemudahan ketika berkendara di jalanan kota yang cukup padat. Namun di balik kepraktisannya yang tak perlu menginjak pedal kopling, pemilik kendaraan juga perlu mengetahui gejala yang menandakan transmisi matic mulai rusak atau tidak optimal kinerjanya.

Perawatan mobil matic memang jauh lebih sulit dan lebih mahal dibanding transmisi manual. Dan kerusakan umum yang terjadi pada mobil matik ada pada bagian transmisi. Biasanya transmisi matic yang rusak diawali dengan ciri-ciri atau gejala tertentu.

Baca juga: Deretan Fitur Ini Dulunya Hanya Ada di Mobil Mewah

Mengenali gejala kerusakan transmisi pada mobil matic ini cukup penting, agar kerusakan tidak semakin parah dan merembet kemana-mana. Lalu, apa saja gejalanya? Berikut ulasannya.

Gigi tak berpindah

Suatu hari mungkin Anda tengah menyetir dan melakukan oper gigi yang lebih tinggi, namun mobil tetap terasa berat saat digas. Ini menandakan bahwa gigi tak berpindah walau tuas transmisi sudah dioper. Hal tersebut pun merupakan gejala kerusakan dari transmisi mobil matic Anda.

Kerusakan yang terjadi pada transmisis adalah kabel untuk menggeser lengan selektor pada gearbox putus. Lengan tersebut pun tidak bergerak ketika tuas digeser. Akibatnya, walau tuas sudah dioper, namun perpindahan gigi tidak masuk.

Oli transmisi bocor

Jika sudah melihat kebocoran oli transmisi, segera perbaiki karena bisa menimbulkan kerusakan berat jika terus didiamkan. Masalah paling serius bisa sampai merusak sabuk baja pada transmsi CVT atau kerusakan roda gigi pada transmisi konvensional. Oli transmisi punya peran penting dalam sistem kerja transmisi. Oli tidak hanya bekerja sebagai pelumas, tapi juga mendukung perpindahan gigi, khususnya pada transmisi dengan torque converter. Jika rembes atau bocor didiamkan dalam waktu lama, akan mengurangi performa transmisi, roda-roda giginya juga bisa aus dan rusak.

Perpindahan transmisi tidak mulus

Gejala awal bisa dirasakan ketika perpindahan transmisi mulai terasa tidak mulus, bahkan kadang mengeluarkan suara. Hal ini tidak boleh dibiarkan, karena akan berdampak pada terkuncinya transmisi di posisi tertentu yang tidak bisa dipindahkan.

Tak kuat menanjak

Saat berkendara melewati jalan yang menanjak, disarankan untuk menggunakan gigi L atau D1 pada mobil matic. Posisi ini sebenarnya sama seperti posisi gigi “1” pada mobil manual, agar mobil lebih bertenaga saat menanjak.

Mobil yang tidak kuat melaju di jalanan menanjak walau gigi L atau D1 sudah dimasukkan dan pedal gas ditancap, menandakan trouble pada transmisi matic mobil. Bila hal ini Anda alami, lebih baik langsung lakukan pengecekan ke bengkel atau montir langganan.

Ada sentakan ketika mengoper gigi

Perhatikan saat Anda memindahkan gigi pada berbagai posisi transmisi matic, P-N-D-R dan sebaliknya, apakah perpindahan terasa halus? Perpindahan transmisi matic yang normal harus terasa halus.

Jika Anda merasakan hentakan pada saat memindahkan gigi atau perpindahan gigi saat berkendara, maka ini adalah salah satu gejala transmisi matic mobil bermasalah. Hal ini bisa terjadi karena kerusakan pada solenoid pressure, sensor speed TCM atau pengerasan pada piston.(Nur Malika)



Kembali ke atas