Kenali Gejala Mobil yang Perlu Spooring dan Balancing

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 4 January 2024

Kenali Gejala Mobil yang Perlu Spooring dan Balancing

momobil.id – Roda merupakan salah satu elemen penting dalam menggerakan kendaraan. Seiring dengan penggunaan, pengaturan roda mobil bisa saja berubah dan membuat mobil tidak stabil. Hal ini bisa terjadi akibat kondisi jalan yang dilewati tidak bagus. Salah satu cara untuk mengatasi ketidakseimbangan pada roda mobil adalah dengan melakukan spooring dan balancing. Namun, bagaimana cara mengetahui gejala ban mobil yang membutuhkan spooring dan balancing?

Mengenal Spooring dan Balancing

Spooring merupakan proses penyesuaian sudut roda mobil, yaitu sudut camber, caster, toe-in, dan toe-out. Pada dasarnya, spooring bertujuan untuk menyelaraskan roda bagian depan, kanan, dan kiri. Spooring juga berguna menjaga stabilitas kendaraan, mulai dari setir yang ringan, menjaga gaya putar setelah belok, dan mencegah kendaraan belok sendiri setelah dilepas.

Tidak hanya spooring, balancing juga perlu dilakukan agar roda bagian depan dan belakang kembali menjadi paralel. Balancing merupakan upaya menjaga keseimbangan roda pada titik atas bawah atau kanan kiri dengan cara menambahkan timah pada bagian yang kurang. Hal ini dilakukan menggunakan alat wheel balancer guna mengetahui titik berat yang tidak seimbang. Roda akan diberi pemberat timah (weight balance) yang dipasang pada pelek sesuai dengan beban yang dibutuhkan.

Tanda-Tanda Mobil Perlu Spooring dan Balancing

Berikut ini merupakan gejala yang muncul ketika mobil perlu dilakukan spooring dan balancing.

1. Setir Terasa Berat

Apabila setir terasa berat atau menarik ke arah tertentu, maka dipastikan terjadi masalah pada kaki-kaki mobil. Dalam beberapa kasus, setir mobil menjadi sulit untuk dikendalikan. Jika terjadi demikian, pemilik mobil perlu melakukan spooring pada bagian caster.

2. Setir Bergetar saat Berkendara

Lingkar kemudi atau setir yang bergetar merupakan tanda bahwa terjadi masalah pada bagian sudut keselarasan roda dan suspensi mobil, terutama pada ban depan. Hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara. Jika terjadi demikian, segera lakukan spooring dan balancing.

3. Mobil Tidak Bisa Melaju Lurus

Saat mobil melaju dengan keadaan lurus, rasakan apakah ada pergerakan atau perasaan mobil berbelok dengan sendirinya. Jika tidak bisa melaju lurus, maka mobil perlu dilakukan spooring.

Baca Juga: Lakukan Spooring Setelah Ganti Kaki-Kaki Mobil

4. Setir Tidak Kembali ke Posisi Lurus

Setir akan kembali ke posisi normal setelah mobil berbelok. Apabila setir tidak berada di posisi lurus atau tetap miring, maka terjadi masalah pada toe-in dan toe-out mobil. Segera lakukan spooring apabila terjadi hal demikian.

5. Ban Aus pada Bagian Tertentu

Salah satu gejala mobil perlu dilakukan spooring dan balancing adalah ban aus pada bagian tertentu. Pemilik bisa melakukan pengecekan pada ban mobil. Apabila ban mobil tidak aus secara merata, maka terdapat tanda ketidakseimbangan pada mobil. Segera lakukan spooring dan balancing apabila terjadi demikian.

6. Mobil Miring

Jika mobil terasa miring ketika saat diam atau diajak berkendara, maka terjadi masalah pada bagian kaki-kaki kendaraan. Hal ini kemungkinan diakibatkan oleh camber mobil yang tidak seimbang, sehingga perlu disesuaikan dengan melakukan spooring-balancing.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Spooring dan Balancing

Spooring dan balancing pada ban mobil perlu dilakukan secara berkala. Dilansir dari nissan.co.id, proses spooring dan balancing dilakukan maksimal setiap 20.000 km. Apabila mobil sering melewati jalanan yang rusak, disarankan untuk melakukan proses ini setiap 10.000 km. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.

mobil terkait

Rp 149.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 357.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 189.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 223.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 188.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 112.000.000

Individu

JEMBER


Kembali ke atas