Kenali Penggunaan Lampu Sein Sesuai Aturan dan Etika

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 20 May 2020

Kenali Penggunaan Lampu Sein Sesuai Aturan dan Etika

momobil.id – Lampu sein digunakan sebagai pemberi isyarat kendaraan ketika ingin berbelok, berpindah jalur, atau menyalip kendaraan. Namun seringkali, pengemudi kendaraan masih belum mengerti cara menggunakan lampu sein yang baik dan benar sesuai dengan aturan, etika, dan bahasa. Hal ini tentunya sangat berbahaya jika menyalakan sein secara mendadak dan tidak berdasarkan aturan. Oleh karena itu, penting bagi pengendara untuk mengetahui cara penggunaan lampu sein yang tepat sesuai dengan aturan dan etika yang berlaku.

Aturan Lampu Sein

Aturan tentang lampu sein terdapat pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Mengaktifkan lampu sein yang benar adalah 30 meter sebelum kendaraan berbelok ke arah yang dituju, misalnya seperti ke kiri, kanan, pindah jalur atau menyalip kendaraan. Pengemudi perlu mengamati situasi lalu lintas di depan, belakang, dan samping kendaraan sebelum memberikan lampu sein. Pengemudi tidak diperbolehkan untuk belok atau pindah jalur secara langsung tanpa dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL). Untuk Hukuman dan sanksi pelanggara tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 294 dan 295. Jika melanggar, maka pengemudi akan dikenai kurungan penjara selama satu bulan dan denda maksimal Rp 250ribu.

“Bahasa Sein” Dalam Kondisi di Lapangan

Setiap daerah tentu saja memiliki kebiasaan masing-masing. Pengemudi harus saling mengenal kebiasaan yang dilakukan orang-orang ketika memberi sein. Sebagai contoh, saat berada di belakang kendaraan dengan kecepatan konsan dan pengemudi depan menyalahkan lampu sein posisi kanan. Tujuannya adalah untuk melarang pengemudi dibelakang untuk enyalip dan sebagai isyarat bahwa ada kendaraan lain yang datang dari arah lain dan potensi bahaya. Namun di Sumatera, memberi sein kanan memiliki arti bahwa mobil di belakang boleh menyalip. Oleh karena itu, penting bagi pengendara untuk mempelajari kebiasaan penggunaan lampu sein di berbagai daerah.

Baca Juga : Tak Hanya LED, Kenali Ragam Jenis Lampu Mobil

Etika Menghidupkan Sein

Selain aturan dan bahasa, pengemudi juga harus memiliki etika dalam menghidupkan sein, terutama pada saat menyalip atau berpindah jalur di jalan tol. Di dalam jalan tol, usahakan untuk tidak menyalakan sein kanan ketika ada kendaraan di sebelah kanan. Nyalakan sein ketika jalur kanan sudah kosong atau tidak ada mobil. Ketika mengaktifkan sein kanan saat ramai, tentunya sangat membahayakan karena pengemudi akan menjadi kaget .

Etika menghidupkan sein juga berlaku pada sepeda motor. Gunakan isyarat dengan menyalahkan sein ketika berbelok, bukan menggunakan kaki. Menggunakan isyarat dengan kaki selain membahayakan, tentu saja membuat pengendara di belakang menjadi kaget. Tentu saja penggunaan kaki untuk isyarat berbelok juga tidak sopan.


Kembali ke atas