Ketahui Efek Negatif Oli Mesin Bercampur dengan Air

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 31 July 2020

Ketahui Efek Negatif Oli Mesin Bercampur dengan Air

momobil.id – Komponen kelistrikan dan mesin mobil sebisa mungkin harus terhindar dari terkena air secara langsung. Selain bisa menimbulkan gejala water hammer, air yang masuk ke ruang mesin juga berpotensi masuk ke ruang oli sehingga bisa mengakibatkan mesin berkarat jika air bercampur dengan oli.

Cara memeriksa apakah oli mesin sudah bercampur dengan air atau belum sebenarnya cukup mudah. Pemilik mobil bisa mengecek dipstick oli mesin. Jika oli mesin terkontaminasi air, di bagian ujung dipstick biasanya akan ada buih-buihnya.

Seperti disebutkan di atas, air yang masuk dan ikut bersirkulasi bersama oli mesin akan menimbulkan masalah tersendiri. Sebab air bisa membuat jeroan mesin terkena karat. Dan dalam jangka panjang, akan membuat mesin rontok.

Selain oli mesin, seperti dilansir Detik.com, komponen fluida lainnya yang juga berpotensi tercampur air adalah oli transmisi, baik itu mobil bertransmisi otomatis maupun manual. Ada baiknya setelah mobil terendam banjir, kuras oli mesin dan oli transmisi dan menggantinya dengan yang baru, supaya performa dan keawetan mesin tetap terjaga.

Adapun menurut Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor ( TAM), Didi Ahadi, kemungkinan masuknya air melalui dipstick memang kecil kemungkinannya. Pasalnya, dipstick sudah didesain untuk mencegah benda lain termasuk air agar tidak masuk ke ruang mesin. Meski begitu, jika kondisi dipstick sudah tidak bagus, seperti karet yang aus bisa menyebabkan air masuk.

“Kalau masuknya dari dipstick itu kecil kemungkinannya, karena dipstick sudah didesain menggunakan karet sebagai seal,” kata Didi kepada Kompas.com. Selain melalui dipstick, masuknya air ke ruang jantung pacu juga bisa terjadi karena mesin mengalami panas berlebih atau overheat. Sehingga, head cylinder mengalami bengkok. Kondisi inilah yang membuat air dari radiator bisa masuk ke ruang oli, sehingga bercampur. “Head yang bengkok karena overheat bisa membuat air radiator masuk ke mesin. Atau ada packing yang rusak dan menyebabkan air masuk,” ucapnya.

Untuk mengetahui adanya air masuk ke ruang dapur pacu, bisa dilakukan pengecekan. Mulai melihat kondisi air radiator atau juga langsung menguras oli atau tap. “Buka tutup radiatornya dan lihat airnya, pelumas bercampur maka akan masuk ke radiator. Itu tandanya sudah bercampur atau langsung mengurasnya dan melihat warnanya,” ujarnya.

Baca juga: Pemilik Suzuki Jimny Generasi Kedua Perlu Perhatikan Hal Ini Sebelum Memodifikasi Ban

Pelumas yang sudah bercampur air bisa dilihat dari warnanya. Biasanya warnanya akan berubah putih kecoklatan seperti kopi susu. “Kalau sudah seperti itu sebaiknya mesin tidak dinyalakan, karena bisa menyebabkan kerusakan pada komponen mesinnya,” kata Didi.


Kembali ke atas