Ketahui Penyebab Phantom Traffic Jam dan Cara Menghindarinya

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 27 March 2023

Ketahui Penyebab Phantom Traffic Jam dan Cara Menghindarinya

momobil.id – Kemacetan di jalan tol terjadi karena beberapa penyebab, mulai dari adanya kecelakaan, konstruksi jalan, hingga pintu tol yang padat. Selain hal-hal tersebut, seringkali kemacetan di jalan tol terjadi tanpa ada penyebab yang jelas. Hal ini disebut sebagai phantom traffic jam. Lantas, apa penyebab sebenarnya dari phantom traffic jam dan bagaimana cara menghindarinya?

Penyebab dari Phantom Traffic Jam

Dikutip dari Science ABC, phantom traffic jam atau kemacetan tanpa sebab biasanya terjadi akibat gerakan statis yang dilakukan oleh beberapa kendaraan. Hal ini bisa terjadi akibat reaksi mendadak yang dilakukan oleh kendaraan yang berada di depannya.

Dijelaskan bahwa kendaraan cenderung merayap satu sama lain. Bahkan hanya menyisakan satu atau dua jarak antara mobil satu dengan mobil lainnya. Apabila ada kendaraan yang mengerem di depannya, otomatis bagian belakang harus melakukan pengereman. Begitu seterusnya hingga menyebabkan efek riak yang memperlambat puluhan bahkan hingga ratusan mobil di belakang.

Selain itu, volume kendaraan yang besar juga menjadi salah satu penyebab dari phantom traffic jam. Biasanya volume kendaraan akan meningkat di hari kerja di pagi hari dan siang hari.

Phantom traffic jam sendiri terbagi menjadi beberapa tipe, yakni:

  • Wide Moving Jam = akselerasi dan deselerasi kendaraan yang tidak menentu saat jalanan padat kendaraan.
  • The Butterfly Effect = banyaknya kendaraan yang berpindah jalur sehingga terjadi kemacetan.
  • The Bottleneck = jalur yang menyempit sehingga menyebabkan kemacetan.

Baca Juga: Kena Macet saat Ngabuburit, Maksimalkan Fitur Entertainment di Kabin Mobil

Cara Menghindari Kemacetan Tanpa Sebab

Berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari phantom traffic jam.

1. Jaga Jarak dengan Kendaraan di Sekitar

Salah satu cara untuk menghindari kemacetan tanpa sebab ini adalah dengan menjaga jarak dengan kendaraan depan. Cara mengemudi yang baik adalah menjaga jarak yang sama dengan mobil di depan dan belakang.

Apabila pengemudi depan melakukan pengereman, maka pengemudi di belakangnya bisa menginjak rem dengan lembut dan singkat untuk menjaga jarak aman. Pengemudi bagian belakang juga bisa melepaskan kaki dari pedal gas secara perlahan agar kecepatan mobil dapat berkurang.

2. Berpindah Jalur Jika Diperlukan

Saat berpindah jalur, kendaraan di belakang tentu akan mengurangi kecepatan dan memberikan jalur untuk kendaraan di depannya. Hal ini tentu dapat membuat kemacetan dan phantom traffic jam. Selain itu berpindah jalur secara mendadak juga dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, pengemudi disarankan untuk berpindah jalur jika diperlukan.

mobil terkait

Rp 115.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 92.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 127.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 100.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 110.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 102.000.000

Individu

SEMARANG


Kembali ke atas