Klaim Asuransi Bisa Ditolak Jika Mobil Dijadikan Taksi Online, Ini Sebabnya

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 2 July 2020

Klaim Asuransi Bisa Ditolak Jika Mobil Dijadikan Taksi Online, Ini Sebabnya

momobil.id – Jika membeli mobil secara kredit, biasanya sudah sepaket dengan asuransi. Pemilik mobil perlu mengetahui beberapa faktor yang membuat klaim asuransi tak berlaku, termasuk menjadikan mobil sebagai taksi online

Menjadikan mobil pribadi sebagai taksi online merupakan salah satu faktor klaim asuransi ditolak karena penggunaan yang tak sesuai peruntukan. Pasalnya, rate premi untuk mobil pribadi dan kendaraan komersial berbeda. Jika ada perubahan fungsi, pemilik mobil sebaiknya segera melapor kepada pihak asuransi. Jika tak melapor, ada risiko klaim ditolak jika mobil yang dijadikan taksi online sewaktu-waktu mengalami kecelakaan.

Merujuk dari Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pada pasal 4, tertulis pembeda antara mobil pribadi dengan komersial, yaitu:

1. Penggunaan pribadi adalah penggunaan atas kendaraan bermotor tersebut, untuk kepentingan angkutan pribadi pengguna kendaraan.

2. Penggunaan komersial adalah penggunaan atas kendaraan bermotor tersebut untuk disewakan atau menerima balas jasa.

Lalu, apa jadinya jika pemilik mobil tidak lapor ketika menjadikan kendaraannya sebagai taksi online? Pihak asuransi akan menganggap pemilik mobil ingkar janji karena menggunakan kendaraan di luar perjanjian awal yang tercantum pada polis. Hal ini pun ada dasarnya di dalam PSAKBI pasal 3, yang menyebut perlindungan asuransi akan gugur jika disebabkan penggunaan selain dari yang dicantumkan dalam polis.

Baca juga: Empat Hal Penting dalam Merawat Mobil Listrik

Pertanyaan selanjutnya, mengapa penggunaan pribadi dan komersial dibedakan oleh pihak asuransi? Karena frekuensi penggunaan untuk tujuan komersial lebih tinggi, sehingga berbagai risiko kerugian yang mungkin terjadi pun jadi semakin besar dibanding penggunaan pribadi.



Kembali ke atas