Lampu Indikator BBM Menyala, Segini Sisa Bahan Bakar di Tangki Mobil

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 2 August 2020

Lampu Indikator BBM Menyala, Segini Sisa Bahan Bakar di Tangki Mobil

momobil.id – Ketika melihat pom bensin penuh, beberapa pengemudi memilih membatalkan niat mengisi ulang tangki BBM mobilnya meski indikator bensin mengisyaratkan tangki sudah harus diisi kembali. Jika sisa bensin sudah tersisa satu bar atau jarum pada fuel meter sudah menyentuh indikator E alias empty (kosong), maka dalam kondisi tersebut lampu indikator bensin akan menyala.

Setiap kendaraan, umumnya memiliki reservoir (Res) yang merupakan bahan bakar minyak (BBM) cadangan yang terdapat di dalam tangki. Dengan cadangan bahan bakar tersebut, mobil bisa melaju meski lampu indikator bensin menyala.

“Rata-rata mobil memiliki kapasitas tangki 40 sampai 45 liter. Jika pada kondisi sudah di E, mobil masih bisa bergerak kurang lebih 30 kilometer sampai 60 kilometer, karena ada cadangan sekitar 3 liter sampai 6 liter,” ujar Bambang Supriadi, Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kepada Kompas.com.

Menurut Bambang, jarak tersebut dapat pengendara tempuh dengan catatan kondisi jalan lancar dan tidak macet. Selain itu, beban kendaraan yang terlalu berat juga akan memengaruhi jarak tempuh.

“Sebaiknya kondisi ini dihindari. Karena jika pengendara terlalu sering menjalankan mobilnya dengan keadaan indikator BBM di E, maka akan besar potensi kerusakan pada kendaraan,” kata Bambang.

Hal senada juga dikatakan Service Manager Auto2000 Cilandak, Suparna. Menurutnya jika lampu indikator bensin menyala maka bensin di tangki tinggal tersisa lima literan.

Baca juga: Lima Hal Ini Bisa Mengakibatkan Ban Mobil Meletus

setiap pengendara harus tahu setiap kendaran itu memiliki cadangan BBM yang berbeda saat lampu indikator bensin berkedip. “Intinya lampu-lampu indikator apa saja yang baru nyala kalau bermasalah (normally off) mesti dipahami artinya apa. Selanjutnya mesti dipahami kalau dicuekin akibatnya apa, jadi pengendara bisa langsung antisipasi untuk action paling pas,” ujarnya seperti dilansir Detik.com.

“Namun apesnya tiap-tiap kendaraan beda-beda berapa sisa BBM tersisa saat indikator nyala. Mungkin mobil tertentu bisa 50 km, tapi yang lain hanya 20 km. Saat biasa pakai kendaraan yang masih bisa berlari hingga 50 km beralih ke 20 km jangan pede bisa jalan sampai 30 km lebih saat indikator bensin menyala, karena bisa mogok di jalan. Jadi pahami dulu. Kalau pas ganti kendaraan tanya ke pemakai biasanya, bila indikator nyala masih berapa km lagi? Akhirnya bisa ambil keputusan pas mau isi BBM di pom mana sesuai dengan agendanya. Lebih memahami kendaraan itu maka akan lebih aman dan nyaman dalam perjalanan,” paparnya lagi.


Kembali ke atas