Lima Teknologi Mobil yang Mengubah Masa Depan Berkendara

Ditulis oleh : redaksi | 28 February 2020

Lima Teknologi Mobil yang Mengubah Masa Depan Berkendara

momobil.id – Salah satu hal menarik dalam industri ototmotif adalah setiap pabrikan mobil berlomba menawarkan teknologi terbaru yang inovatif. Teknologi ini tentunya sudah melalui tahap riset terlebih dahulu. Banyak teknologi mobil baru yang menawarkan peningkatan keamanan hingga kenyamanan.

Dari beberapa inovasi terbaru tersebut, ada yang benar-benar revolusioner. Bukan hanya untuk industri otomotif, namun juga transportasi bagi manusia secara umum. Berikut lima teknologi mobil terbaru yang akan mengubah gaya hidup dan cara berkendara bagi banyak orang.

Baca Juga: Kupas Tuntas XL7, LSUV Terbaru dari Suzuki

Mobil yang berkomunikasi

Produsen mobil tengah meneliti dua teknologi yang akan memungkinkan mobil masa depan untuk berkomunikasi satu sama lain dan dengan objek di sekitar mereka.

Teknologi bernama Vehicle-to-Vehicle communication atau V2V kini sedang uji oleh produsen otomotif Ford sebagai cara untuk mengurangi jumlah kecelakaan di jalan raya. Dengan teknologi ini mobil yang mendekati persimpangan akan mendapat sinyal dari mobil lain yang tidak terlihat oleh pengemudi dan memperingatkan tentang potensi tabrakan.

Akses biometrik

Berkat inovasi ini, beberapa mobil di kelas menengah kini telah menerapkan sistem keyless alias tanpa anak kunci. Semua telah tergantikan oleh remote. Tapi boleh jadi fitur ini akan masuk kategori jadul dalam beberapa tahun mendatang jika digantikan dengan teknologi biometrik.

Teknologi biometrik melibatkan penggunaan bagian tubuh manusia yang unik untuk membedakan individu, seperti sidik jari atau retina mata. Sebenarnya ini bukan hal baru karena beberapa pabrikan smartphone sudah menggunakan fitur sidik jari. Tapi bagi industri otomotif ini jadi terobosan. Nantinya diharapkan membuka kunci atau menghidupkan mesin bisa dilakukan dengan memindai sidik jari. Dari sisi keamanan pun lebih baik sebab mobil jadi lebih personal.

Airbag membantu hentikan laju mobil

Airbag yang selama ini dikenal sistem keamanan pasif di masa depan mungkin akan lebih berperan aktif. Mercedes sedang bereksperimen dengan airbag yang dapat menghentikan laju kendaraan.

Pabrikan Jerman itu berencana untuk menempatkan airbag di bawah kendaraan untuk menghentikan mobil sebelum kecelakaan. Kantung-kantung ini akan mengembang menjadi bagian dari sistem keamanan aktif secara keseluruhan yang menyebar ketika sensor mendeteksi potensi benturan.

Kantung-kantung ini akan memiliki lapisan gesekan yang akan membantu memperlambat mobil dan menghentikan laju kendaraan lebih baik. Mobil akan terangkat hingga sekitar delapan sentimeter untuk membantu menghentikan gerakan saat pengereman dan membantu mencegah penumpang meluncur di bawah sabuk pengaman selama tabrakan.

Bodi mobil menyimpan energi

Salah satu tantangan pada mobil hibrida adalah baterai yang mengambil banyak ruang dan sangat berat. Bahkan dengan kemajuan dalam baterai lithium-ion, baterai pada mobil hibrida masih memiliki jumlah berat yang signifikan. Karena itu, muncul ide penyimpanan energi pada panel bodi mobil.

Di Eropa, beberapa produsen mobil saat ini sedang meneliti dan menguji panel bodi yang dapat menyimpan energi dan mengisi lebih cepat dibanding baterai konvensional. Panel bodi yang diuji terbuat dari serat polimer dan resin karbon yang cukup kuat untuk digunakan dalam kendaraan dan cukup lentur untuk dicetak menjadi panel. Panel-panel ini dapat mengurangi berat mobil hingga lima belas persen.

Monitor kesehatan

Ford Motor Company pernah memaparkan gagasan sensor sabuk pengaman atau kemudi yang memonitor statistik kondisi kesehatan. Dengan mengombinasikan teknologi ini ke kontak rumah sakit, pengemudi dapat menepi dan memanggil paramedis ketika mengalami serangan jantung di jalan.(Aldy)

Sumber gambar: Shutterstock



Kembali ke atas