Melihat Ruang Kabin dan Interior Mobil Mungil Daihatsu Wake

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 14 July 2020

Melihat Ruang Kabin dan Interior Mobil Mungil Daihatsu Wake

momobil.id – Jika berkunjung ke Jepang, melihat mobil berdimensi kecil berseliweran di jalan raya bukan hal yang aneh. Pasalnya, hampir sebagian besar pabrikan mobil Jepang memiliki mobil mungil di negara asalnya, termasuk Daihatsu yang memiliki model bernama Wake

Di Jepang, mobil berukuran mungil ini biasa disebut dengan Kei Car. Meski ukurannya mungil, namun mobil-mobil tersebut memiliki tingkat fungsional yang tinggi. Bahkan beberapa di antaranya ada yang dilengkapi fitur-fitur mewah layaknya mobil premium. Meski begitu, ukuran mesinnya tidak besar yakni sekitar 600 cc hingga 660 cc.

Kembali ke Daihatsu Wake, mobil ini pernah dipamerkan di Indonesia dalam gelaran GIIAS 2015. Wake sendiri meluncur perdana setahun sebelumnya. Hadir sebagai sebuah Kei Car atau mini passanger car, seperti dilansir Kompas.com, Wake memiliki beberapa kelebihan di balik dari dimensinya yang terlihat mungil.

Pertama dari tongkrongan depannya yang bisa dibilang lucu dan menarik perhatian. Untuk dimensi keseluruhan, Daihatus Wake memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.835 mm, jarak antar roda depan dan belakang 2.455 mm, serta ground celarance 140 mm. Kompas.com sempat menjajal Daihatsu Wake produksi 2015, dan kebetulan unit yang dijajal merupakan edisi custom dari pabrikan, sehingga pelek pun sudah dibalut dengan BBS berdimensi 15 inci.

Daihatsu cukup piawai mengemasnya menjadi lebih menarik. Mulai dari headlamp yang sudah menggunakan LED lengkap DRL berbentuk huruf “U”, sampai aksen gril lebar berlapis krom yang membentang diantara lampu utama. Sementara untuk lower bumper sendiri, dilapis dengan warna putih yang dibuat minimalis dan menjadi rumah untuk lampu kabut pada bagian kiri-kanannya. Sebagi pemanis, rumah foglamp juga diberikan sentuhan krom.

Tampilan kotak, makin terasa ketika melihat kaca depan di pilar A yang lebar dan meninggi ke bagian atap, apalagi engine hood Daihatsu Wake dimensinya cukup kecil, mirip mobil-mobil minibus berhidung pesek.

Bergeser ke bagian samping, tatanan kaca mendominasi hingga bagian belakang. Desain kaca baris pertama dan ruang tengah yang berada di power sliding door dibuat menyatu, sementara untuk bagian belakang sedikit terpisah dan posisinya juga lebih ke atas.

Kondisi tersebut seakan-akan menggambarkan adanya ruang ketiga, padahal meski diklaim sebagai salah satu mobil keluarga di Jepang, Wake sendiri hanya memiliki kapasitas empat sampai lima penumpang, artinya hanya dua baris. Selain itu, tampilan manis Daihatsu Wake juga tak lepas dari permainan dua warna pada eksterior, dan hampir seluruh varian Wake yang dipasarkan di Jepang pun memiliki kombinasi warna yang bisa dipilih sesuai selera.

Ketika membuka pintu baris pertama, pemandangan mata langsung disuguhkan oleh layout dasbor yang minimalis. Seperti dibahas sebelumnya, karena edisi custom maka lingkar kemudi juga bukan bawaan Daihatsu, melainkan menggunakan MOMO bergaya klasik dengan sentuhan ornamen kayu.

Desain interior depan bisa dibilang cukup praktis, dasbornya juga mengusung tema visual kotak. Dengan konsep menawarkan kemudahan, maka mulai dari speedometer, audio, AC digital, sampai tuas transmisi CVT di letakan satu baris di bagian tengah yang dihiasi dengan ornamen wood panel.

Bicara soal kelapangan baris pertama, meski di awal sempat sanksi, tapi ruang kaki dan kepala ternyata sangat memanjakan pengendara dan penumpang dewasa. Paling menarik, ketika melihat ke arah depan, visibilitas yang ditawarkan baik untuk pengendara dan penumpang cukup lapang.

Untuk konsep jok di baris pertama dibuat menyambung dengan penumpang depan, dan tersedia armrest di bagian tengah. Meskipun AC sudah digital, namun untuk tampilan speedometer masih menggunakan jarum manual dan desainnya juga terlihat biasa saja, tapi dari segi informasi yang diberikan cukup lengkap meski sebagai besar masih mengusung bahasa aslinya.

Tuas transmisi dibuat menggantung khas Daihatsu yang juga bisa ditemui pada Sigra maupun Luxio. Menariknya, untuk menghemat ruang, maka rem tangan alias handbrake diletakan pada bagian kaki layaknya beberapa sedan dan SUV premium.

Selain itu, di balik kesan dasbor yang minimalis, ternyata ada banyak ruang kompartemen yang disedikan, pengendara juga memiliki ruang penyimpanan rahasia di balik kemudinya. Bahkan di bawah bangku penumpang baris pertama juga ada kompartemen untuk menyimpan sepatu atau barang berharga lainnya.

Ketika beralih ke baris kedua, ternyata sensasi yang didapat jauh berbeda dari anggapan mobil kecil dengan kabin sempit. Stigma tersebut tak berlaku bagi Daihatsu Wake, pasalnya dengan dimensi yang jauh berbeda dengan MPV, namun kelapangannya bisa dibilang hampir sama.

Baca juga: Setelah ZS, MG HS Segera Hadir di Indonesia

Jok baris kedua dirancang fleksibel sehingga penumpang bisa bisa mengatur sedemikian rupa kebutuhannya. Bila butuh ruang kaki yang lebih lapang, tinggal geser joknya ke belakang mendekat pintu bagasi. Baik headroom dan legroom juga tidak ada minus, karena dimensinya yang dihadirkan cukup memanjakan penumpang dewasa, tidak heran bila Kei Car menjadi pilihan mobil keluarga di Jepang.

Bahkan dengan konfigurasi yang fleksibel, memungkinkan Wake menjadi mobil multifungsi, seperti membawa barang banyak, membawa sepeda, dan lain sebaginya. Akses keluar masuk juga lebih mudah dengan hadirnya electric slidong door yang bisa diakses langsung oleh penumpang, ataupun dari tombol pada sisi kanan bawah pengendara. Pada bagian kaca juga sudah terdapat tirai untuk menghalau sinar atau memberikan privasi yang lebih bagi penumpang.

Sekilas sisa ruang bagasi memang terlihat kecil, namun Daihatsu memberikan kompartemen tambahan yang berada di bawah dek belakang. Ruang tersebut cukup untuk menampung ragam keperluan sehari-hari sampai perkakas kebutuhan saat berkendara.

Sumber gambar: Paultan.org


Kembali ke atas