Melihat Strategi Baru Aliansi Renault Nissan Mitsubishi di Industri Otomotif

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 3 June 2020

Melihat Strategi Baru Aliansi Renault Nissan Mitsubishi di Industri Otomotif

momobil.id – Bisnis otomotif kini sedang dalam masa paceklik akibat pandemi COVID-19. Karena itu, beberapa pabrikan melakukan langkah bisnis baru, seperti terbentuknya aliansi Renault Nissan Mitsubishi sebagai bentuk kemitraan strategis.

Menurut Chairman of the Renault-Nissan-Mitsubishi alliance, Jean Dominique Senard, aliansi Renault Nissan Mitsubishi juga merupakan bentuk operasional unik di dunia otomotif. Model bisnis baru memungkinkan kekuatan grup untuk mengeluarkan sebagian besar aset serta kemampuan kinerja masing-masing perusahaan.

Misalnya pada produksi mobil. Nantinya pada setiap segmen pasar baik itu SUV, MPV, hatcback, dan lainnya akan memiliki satu model basis utama. Misalnya, Nissan Livina terbaru yang menggunakan basis dari Mitsubishi Xpander. Nissan X-Trail juga Mitsubishi Outlander bakal saling berbagi struktur rangka serta mesin. Model bisnis baru ini diharapkan memangkas ongkos riset pengembangan kendaraan hingga empat puluh persen. Selain efisien, konsumen semakin mudah menemukan suku cadang.

Strategi baru lainnya yakni melihat masing-masing perusahaan dari jajaran aliansi, berfokus pada satu atau beberapa wilayah. Maksudnya, dari sekian pabrikan, dimonitor mana yang paling kuat dalam suatu regional. Misalnya, manufaktur Nissan di Indonesia akhirnya ditutup dan basis fasilitas produksi berfokus hanya di Thailand.

Baca juga: Bukan Hitam, Ini Warna Mobil Paling Favorit di Dunia

Aliansi ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing. Menurut alokasi baru, Nissan menjadi referensi pasar Tiongkok, Amerika Utara dan Jepang. Renault bertanggung jawab untuk kawasan Eropa, Rusia, Amerika Selatan, kemudian Afrika Utara. Sementara Mitsubishi menebar jaring di wilayah Asean serta Oseania.

Nantinya Nissan juga bakal memimpin pembaruan segmen SUV kompak setelah 2025. Sedangkan Renault akan lebih fokus di segmen subkompak SUV. Aliansi memperkirakan, hampir lima puluh persen dari modelnya bakal dikembangkan dan diproduksi di bawah skema anyar pada 2025.

Sumber gambar: Shutterstock



Kembali ke atas