Menengok Dampak Penyebaran Virus Corona Terhadap Industri Otomotif

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 2 March 2020

Menengok Dampak Penyebaran Virus Corona Terhadap Industri Otomotif

momobil.id – Merebaknya coronavirus di berbagai negara mulai terasa dampaknya di beberapa industri termasuk industri otomotif. Akibat menyebarnya virus tersebut, pameran otomotif ternama seperti Geneva Motor Show terpaksa dibatalkan, hingga penutupan sementara pabrik Hyundai di Korea Selatan.

Geneva Motor Show seharusnya berlangsung dari tanggal 7-17 Maret 2020. Namun terpaksa dibatalkan guna mengurangi risiko penyebaran coronavirus yang telah masuk ke Swiss. Batalnya gelaran Geneva Motor Show turut membuat produsen mobil kelabakan. Pasalnya, beberapa produsen mobil memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan produk-produk terbarunya.

Sebagai contoh, BMW akhirnya memutuskan peluncuran BMW Concept i4 melalui siaran langsung untuk mengakali batalnya Geneva Motor Show. Hal yang sama turut dilakukan Mercedes-Benz yang akan meluncurkan Mercedes-Benz E-Class. Salah satu anak perusahaan Volkswagen, Audi, juga akan memanfaatkan kanal digital untuk meluncurkan A3 Sportback dan Audi E-Tron S.

Sedangkan perusahaan mobil asal Prancis, grup PSA, menyatakan akan mencari venue untuk menampilkan konsep baru mobilnya. PSA juga akan memberikan jadwal tanya jawab melalui sambungan telepon untuk konferensi pers. Batalnya Geneva Motor Show turut merembet ke pameran otomotif lainnya seperti New York Auto Show. Menurut laporan Carscoops, penyelenggara New York Auto Show hingga kini masih terus berkomunikasi dengan pejabat negara bagian dan pengelola arena pameran Javits Convention Center.

“Sampai saat ini tidak ada rencana untuk membatalkan pameran tersebut. Javits Center mengambil tindakan untuk membantu mencegah penyebaran virus. Mereka akan melakukan hal yang sama untuk melindungi peserta pameran dan pengunjung,” tulis keterangan resmi penyelenggara New York Auto Show.

Di dalam negeri, Dyandra Promosindo selaku penyelenggara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2020 menyatakan jadwal pameran otomotif tersebut masih sesuai jadwal yakni 9-19 April 2020. Meski begitu, Presiden Direktur Dyandra, Hendra Noor Saleh atau akrab disapa Kohen, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan. “Semoga tidak memburuk. Tapi kalau terus memburuk kami lihat pemerintah. Bisa saja (jadwal) direvisi kalau memang pemerintah mengeluarkan aturan atau WHO atau badan terkait bilang begitu,” ujar Kohen seperti dilansir Kompas.com.

Kohen menambahkan, keselamatan merupakan hal yang utama. Ia mencontohkan gelaran Dyandra lainnya seperti Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang dibatalkan karena khawatir dengan penyebaran virus corona. “IFEX 2020 contohnya, rencananya itu Maret kami gelar tapi batal. Sebab walau penjualnya orang kita, tapi mayoritas pembelinya orang luar negeri. Jadi kami juga lihat probabilitasnya,” tuturnya.

Tak hanya gelaran pameran, merebaknya coronavirus juga mulai mengganggu aktivitas produksi di pabrik mobil. Seperti dilansir The Economic Times, Hyundai terpaksa menutup sementara fasilitas pabrik yang berlokasi di Ulsan setelah satu karyawannya dinyatakan positif corona. Langkah penutupan tersebut dilakukan sebagai upaya sterilisasi. Akibat hal tersebut, Hyundai mengalami kerugian cukup besar. Saham mereka turun lima persen, dan mengalami kerugian bisnis karena mulai memproduksi sendiri suku cadangnya usai terganggunya pasokan dari Tiongkok.

Hyundai sendiri memiliki lima fasilitas pabrik di Ulsan dengan jumlah pekerja sebanyak 34 ribu orang dan diklaim mampu memproduksi 1,4 juta unit mobil dalam setahun. Jika fasilitas pabrik di Ulsan ditutup, bagaimana suplai unit Hyundai untuk Indonesia? Sebagai informasi, beberapa model mobil Hyundai ada yang didatangkan dari Ulsan seperti Tucson dan Santa Fe.

Menanggapi hal tersebut, Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI), Hendrik Wiradjaja, mengakui hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak prinsipal. HMI juga mengaku belum mendapat kabar mengenai pasokan unit dan sebagainya. Adapun hingga tanggal 2 Maret 2020, para petinggi Hyundai juga belum memberikan tanggapan resmi terkait penutupan sementara pabrik mereka termasuk kejelasan kapan mulai beroperasi kembali.

Tak hanya otomotif roda empat yang merasakan dampak coronavirus, otomotif roda dua juga merasakan hal serupa. Seri perdana MotoGP 2020 yang digelar di sirkuit Losail, Qatar pada 8 Maret 2020 batal akibat penyebaran virus corona. Meski begitu, balapan Moto2 dan Moto3 masih digelar di Qatar.

Baca juga: Kenali Penyebab Kerusakan Power Window Pada Mobil

Keputusan membatalkan kelas MotoGP di seri pembuka tak lepas dari upaya pemerintah Qatar membatasi penyebaran virus corona di negaranya. Pemerintah Qatar menyeleksi ketat pendatang dari Italia. Semua yang datang dari Italia lewat penerbangan langsung atau telah berada di negara tersebut dalam dua pekan terakhir akan masuk karantina selama 14-28 hari. Penyebaran virus corona di Italia sendiri melonjak lima puluh persen menurut laporan CNN. Adapun kelas Moto2 dan Moto3 tetap dilaksanakan karena semua tim sudah berada di Qatar sejak beberapa hari lalu untuk menyelesaikan tes pramusim kedua.

Sumber gambar: Shutterstock



Kembali ke atas