10 Juli 2024, 14:04 WIB
Ditulis oleh Danang Setiaji

momobil.id – Pada mobil kekinian sudah menggunakan teknologi injeksi atau Electronic Fuel Injection alias EFI yang dinilai lebih canggih dan efisien dibanding yang masih menggunakan karburator.
Sistem EFI pada mobil mengubah cara kerja mesin dengan mengontrol secara elektronik pengiriman bahan bakar ke ruang bakar. Ini berbeda dengan karburator yang menggunakan prinsip mekanis.
EFI menggunakan sensor dan komputer untuk mengatur jumlah bahan bakar yang dibutuhkan mesin secara presisi. Ini memungkinkan pembakaran yang lebih optimal, sehingga berdampak positif pada performa mesin, efisiensi bahan bakar, dan emisi gas buang.
Sistem EFI sendiri terdiri dari beberapa komponen utama yang berperan dalam cara kerjanya. Beberapa komponen itu yakni:
ECU sering disebut sebagai otaknya mobil karena menerima data dari berbagai sensor. ECU kemudian memproses data tersebut untuk menentukan jumlah bahan bakar yang ideal untuk diinjeksikan ke ruang bakar.
Berbagai sensor seperti sensor aliran udara (MAF sensor), sensor posisi throttle (TPS), dan sensor oksigen (O2 sensor) mengumpulkan data penting mengenai kondisi mesin. Data ini termasuk jumlah udara yang masuk ke mesin, posisi pedal gas, dan kandungan oksigen dalam gas buang.
Berdasarkan instruksi dari ECU, injektor akan menyemprotkan bahan bakar ke dalam intake manifold atau langsung ke ruang bakar (pada sistem direct injection) dengan tekanan tinggi. Proses ini memastikan distribusi bahan bakar yang lebih merata dan atomisasi yang lebih baik untuk pembakaran yang optimal.
Pompa bahan bakar alias fuel pump juga berperan dalam sistem EFI mobil. Komponen ini berfungsi untuk menyuplai bahan bakar dari tangki bensin ke injektor dengan tekanan yang dibutuhkan. Tekanan ini sangat penting untuk memastikan semprotan bahan bakar yang optimal.
Secara singkat, sensor mengumpulkan data, ECU memprosesnya, dan komponen lain seperti injektor dan pompa bahan bakar bertindak berdasarkan instruksi ECU untuk mengatur jumlah dan waktu injeksi bahan bakar.
Sistem ini dinamis dan terus menyesuaikan diri berdasarkan kondisi berkendara, memastikan pembakaran yang efisien dan performa mesin yang optimal.
Baca juga: Mobil Matic Tiba-tiba Menyentak saat Sedang Dikendarai, Penyebabnya Bisa Jadi dari Komponen Ini
Adapun bila dibandingkan dengan sistem karburator, mobil dengan teknologi injeksi memiliki beberapa keunggulan. Pertama, penggunaan bahan bakar lebih efisien karena sistem EFI secara presisi mengatur jumlah bahan bakar sesuai kebutuhan mesin.
Kemudian, performa mesin lebih baik karena EFI memastikan pembakaran yang lebih optimal dengan menyesuaikan jumlah bahan bakar berdasarkan kondisi mesin.
Selain itu, pembakaran optimal pada sistem EFI menghasilkan gas buang yang lebih rendah dibanding sistem karburator. Sensor oksigen (O2 sensor) pada sistem EFI terus memantau kandungan oksigen dalam gas buang dan ECU menyesuaikan campuran bahan bakar dan udara untuk mencapai pembakaran yang lebih bersih.
Mobil Baru
Mobil Bekas
Tukar Tambah
Bandingkan
Test Drive
Simulasi Kredit