Mengenal Drive-In Cinema, Alternatif Menonton Film Layar Lebar

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 12 July 2020

Mengenal Drive-In Cinema, Alternatif Menonton Film Layar Lebar

momobil.id – Drive-In Cinema atau drive in theatre boleh dibilang mirip seperti menonton layar tancap jika di Indonesia. Bedanya, pada Drive-In Cinema, orang-orang menonton film yang ditayangkan di layar lebar dari dalam mobil masing-masing.

Untuk mengadakan Drive-In Cinema diperlukan lahan yang luas agar bisa menampung mobil penonton yang datang. Cara menonton film seperti ini pertama kali tercatat dalam sejarah sekitar tahun 1915 di Meksiko. Di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga kini, Drive-In Cinema kabarnya akan dibuka di Indonesia guna mengobati kerinduan para penikmat film.

Di Indonesia Drive-In Cinema ini digagas oleh Ergo and co yang memberikan layanan menonton film layar lebar dari dalam mobil. Seperti dilansir Detik.com, belum ada keterangan lebih lanjut lanjut bagaimana penyelenggaraan, waktu dan titik pasti dari event tersebut.

Mengenai teknis menonton, Kompas.com melaporkan bahwa lokasi yang digunakan bukan ruangan studio melainkan lahan luas dengan tambahan layar LED dan penonton tidak diperkenankan keluar dari mobil. Ergo and Co. juga belum bisa menetapkan berapa jumlah maksimal orang yang bisa hadir di dalam acara. Adam mengaku masih mempelajari regulasi pemerintah soal berapa orang yang boleh ada di dalam sebuah mobil.

Lalu, film apa yang akan diputar? Film-film yang akan ditayangkan kemungkinan besar adalah film-film lokal yang sudah tayang sebelum adanya pandemi.

Adapun Drive-In Cinema sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Seperti dilansir Medcom.id, Ciputra pernah membangun fasilitas ini di Indonesia yang terinspirasi dari fasilitas serupa di Amerika Serikat.

Baca juga: Sejarah Lampu Lalu Lintas Sebelum Menggunakan Listrik

Fasilitas ini didirikan oleh Ciputra di kawasan Ancol, dulu disebut Pantai Binaria pada 1 April 1970. Driven-In Cinema di Ancol dikenal pertama dan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Di samping sebagai alternatif hiburan dan ruang kerja baru bagi event organizer, hadirnya fasilitas hiburan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman bersejarah bagi generasi muda sekarang.



Kembali ke atas