Mengenal Fungsi dan Cara Kerja Air Suspension Mobil

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 19 September 2023

Mengenal Fungsi dan Cara Kerja Air Suspension Mobil

momobil.id – Agar tampilan mobil menjadi lebih keren, biasanya para pemilik mobil memodifikasi kendaraannya. Salah satu bagian yang sering dimodifikasi adalah suspensi. Pada umumnya, para modifikator menggunakan air suspension pada bagian per atau shockbreaker agar tampilan mobil menjadi lebih ceper. Yuk lebih kenal mengenai istilah air suspension mobil, fungsi, serta cara kerjanya di bawah ini!

Istilah Air Suspension Mobil

Air suspension merupakan sebuah teknologi yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1920. Teknologi ini merupakan sebuah kantung udara yang mampu mengatur tinggi dan rendah ground clearance pada mobil. Air suspension biasanya disebut juga sebagai airbags atau bags dalam bahasa inggris. Namun, biasanya para penggemar otomotif menyebutnya airsus atau Air Suspension System (A.S.S.).

Terdapat lima komponen pada air suspension, yaitu tabung penyimpanan, selang udara, kompresor udara, kantong udara, dan katup selenoid.

Tabung udara atau kantung udara berfungsi menahan beban kendaraan. Selang udara bertugas untuk menghubungkan komponen yang dialiri oleh udara bertekanan tinggi. Katup selenoid berfungsi menghubungkan udara antara kantung udara dan tabung penyimpanan. Sementara kompresor udara dan tempat penyimpanannya berfungsi untuk menyimpan cadangan udara ketika sistem bekerja.

Fungsi Air Suspension Mobil

Pemasangan air suspension mobil tentunya memiliki fungsi yang tidak banyak diketahui. Selain membuat tampilan mobil menjadi keren dan sporty, air suspension mampu membuat kendaraan lebih nyaman untuk diajak berkendara. Air suspension mampu meredam getaran atau guncangan saat mobil berjalan di jalanan yang tidak rata atau bergelombang.

Jenis Air Suspension Mobil

Ada dua jenis air suspension yang dijual di pasaran, yaitu Pressured Based System dan Height Based System.

1. Pressured Based Air Suspension System

Presured based system merupakan jenis air suspension yang menggunakan tekanan dalam bantalan udara untuk mengatur ketinggian dan peredaman guncangan. Sistem air suspension ini menggunakan sensor tekanan untuk mengukur jumlah udara dalam bantalan udara dan menyesuaikan tekanan dengan kebutuhan. Masing-masing tekanan dalam bantalan udara dapat ditentukan sehingga mudah untuk mengatur tinggi dan rendah posisi mobil ketika digunakan.

Sistem ini memiliki kelebihan, diantaranya harga yang lebih terjangkau serta pengendalian yang lebih sederhana. Meskipun demikian, mobil yang dipasangkan pressured based system cenderung akan lebih berat. Pemilik mobil perlu menyesuaikan tekanan pada masing-masing bantalan udara pada bagian per agar mobil tidak terlalu tinggi atau tidak terlalu ceper.

2. Height Based Air Suspension System

Height based system merupakan jenis air suspension yang mengatur ketinggian kendaraan berdasarkan pengukuran langsung ground clearance. Sistem ini menggunakan sensor ketinggian untuk mendeteksi tekanan atau ketinggian ground clearance mobil yang sesuai.

Untuk cara kerjanya, ketika tekanan udara pada air suspension kurang, maka height based system akan bekerja untuk mengisi udara pada bantalan udara. Apabila tekanan udara berlebih, maka height based system akan mengurangi udara pada bantalan udara. Pemilik mobil tentunya tidak perlu khawatir ketika membawa barang bawaan yang banyak atau penumpang berlebih.

Baca Juga: Begini Cara Menjaga Suspensi Mobil agar Tetap Empuk

Cara Kerja Air Suspension Mobil

Prinsip kerja dari air suspension pada mobil menggantikan per baja. Air suspension berupa bantalan udara yang dapat diatur ketinggian dan tingkat kekerasannya sesuai dengan kebutuhan dari pemilik mobil.

Untuk cara kerjanya, kompresor udara akan menyuplai udara ke dalam tabung atau bantalan udara melalui katup selenoid ketika mesin mobil dihidupkan. Ketika ada beban tertentu dalam mobil, volume udara akan berubah secara otomatis. Hal ini dikarenakan sifat udara yang dikompresi, sehingga air suspension mampu menyerap getaran atau guncangan pada mobil.

Kelebihan Air Suspension

Ada beberapa kelebihan yang bisa didapat oleh pemilik mobil ketika memasang air suspension.

1. Tampilan Mobil Lebih Keren

Pemasangan air suspension pada mobil tentu mampu menambah penampilan mobil menjadi lebih ceper dan sporty. Mobil dengan ground clearance rendah atau ceper biasanya digunakan pada film balap atau drift. Hal ini tentu dapat mengundang perhatian orang-orang ketika mobil dimodifikasi menggunakan air suspension.

2. Kenyamanan dan Stabilitas Berkendara

Selain membuat tampilan mobil menjadi keren, air suspension juga mampu membuat manuver mobil lebih nyaman. Pemilik mobil bisa mengatur ketinggian dari mobil ketika melintasi jalanan rusak. Saat ini ketinggian air suspension bisa diatur menggunakan smartphone, jadi pemilik mobil tidak perlu takut bagian bawah mobil lecet tergerus aspal atau mobil limbung.

3. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Hemat

Dalam beberapa kasus, mobil yang menggunakan air suspension cenderung lebih hemat konsumsi bahan bakar. Ketinggian mobil yang lebih rendah membuat mobil lebih aerodinamis, sehingga menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Kekurangan Air Suspension

Meskipun ada kelebihan yang bisa dinikmati, memasang air suspension juga menimbulkan sejumlah kekurangan.

1. Biaya Awal dan Perawatan Air Suspension Mahal

Air suspension membutuhkan komponen tambahan seperti bantalan udara dan komponen elektronik, sehingga biaya yang perlu dikeluarkan cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan suspensi biasa.

Selain itu, air suspension juga perlu dilakukan perawatan khusus agar kinerjanya tetap optimal. Meskipun demikian, biaya yang diperlukan untuk perawatan air suspension tentunya cukup mahal.

2. Maintenance Mobil Lebih Sulit

Ketika mobil menggunakan air suspension, maka akan lebih banyak komponen yang bergerak. Hal ini dapat membuat perawatan mobil semakin sulit dan mahal. Pemilik mobil perlu memperhatikan komponen lain yang lebih rutin, seperti tabung udara dan kompressor.

3. Bobot Kendaraan Bertambah

Sistem elektronik dan komponen air suspension dapat menambah bobot kendaraan. Apabila pemilik mobil tidak mengatur ketinggian mobil yang sesuai, maka akan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar mobil.

4. Pemasangan Air Suspension Cukup Rumit

Air suspension terdiri dari sejumlah komponen dan sistem elektronik. Agar komponen mobil dan air suspension bekerja dengan baik, maka pemilik mobil perlu bantuan teknisi. Pemasangan komponen ini juga cukup rumit karena menggabungkan kinerja mekanik dan elektrik. Oleh karena itu pemilik mobil tidak disarankan untuk memasang komponen air suspension sendirian.

mobil terkait

Rp 138.000.000

Individu

JEMBER

Rp 114.000.000

Individu

JEMBER

Rp 107.000.000

Individu

JEMBER

Rp 111.000.000

Individu

JEMBER

Rp 151.000.000

Individu

JAKARTA SELATAN

Rp 110.000.000

Individu

JAKARTA SELATAN


Kembali ke atas