Mengenal Mode Manual pada Mobil Transmisi Otomatis

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 1 December 2022

Mengenal Mode Manual pada Mobil Transmisi Otomatis

momobil.id – Tidak hanya mampu memindahkan gigi secara otomatis, mobil bertransmisi otomatis saat ini juga memiliki mode manual. Yuk, simak cara kerja kerja dari mode manual pada transmisi otomatis beserta tips menggunakannya!

Mengenal Transmisi Otomatis

Transmisi otomatis merupakan sebuah sistem perpindahan gigi yang didesain untuk dapat berpindah tanpa perlu menginjak pedal kopling atau memindahkan tuas persneling secara manual. Jenis transmisi ini memiliki dua jenis sistem, yaitu otomatis dan semi otomatis.

Transmisi otomatis sendiri banyak macamnya, misalnya seperti otomatis konvensional dan CVT. Pengemudi akan menemukan susunan kode P, R, N, D, D3, D2, dan L pada transmisi otomatis. Namun, ada sebagian mobil bertransmisi otomatis yang memiliki mode manual. Berikut ini pembahasannya.

Mode Manual dan Cara Kerjanya

Transmisi otomatis dengan mode manual biasanya disebut sebagai transmisi triptronic. Mode manual pada transmisi triptronic merupakan salah satu fungsi tambahan.

Ketika menggunakan mode manual, pengemudi tidak perlu memindahkan gigi dengan menggunakan kopling layaknya mobil manual. Hal ini disebabkan transmisi memiliki alat yang membantu memindahkan gigi. Pemilik mobil bisa mengganti gigi hanya dengan menggerakan transmisi.

Lalu bagaimana dengan cara kerjanya? Transmisi dengan mode manual hadir dengan TCU (Transmission Control Unit) dan penambahan sakelar. Adanya penambahan sakelar dilakukan agar transmisi dapat memindahkan gigi secara manual.

Pada mobil bertransmisi otomatis dengan mode manual, biasanya terdapat tanda + (upshift) dan – (downshift) pada persneling. Tanda ini berfungsi untuk menaik turunkan gigi secara manual. Selain itu, ada beberapa mobil yang menggunakan paddle shift untuk memindahkan gigi transmisi pada bagian kemudi.

Contoh Kendaraan dengan Mode Manual

Di Indonesia, beberapa kendaraan sudah menggunakan transmisi triptronic atau dengan mode manual. Contoh dari mobil yang menggunakan transmisi ini antara lain Honda Jazz, Honda City, Nissan X-Trail, Mitsubishi Lancer Evolution X, hingga Porsche 911.

Baca Juga: Ini Perbedaan Model Transmisi Matik Zig-Zag dan Lurus

Efek Sering Memakai Mode Manual

Meskipun mode manual bisa digunakan di transmisi otomatis, penggunaan mode manual tidak disarankan terlalu sering. Terdapat dua masalah yang bisa terjadi apabila sering menggunakan mode manual.

1. Transmisi Mudah Overheat

Ketika mobil hendak mendapatkan torsi maksimal pada mode manual, oli menciptakan tekanan yang lebih besar. Tekanan yang lebih besar digunakan untuk menggerakan komponen gearbox dan melumasi kampas kopling.

Akibatnya, oli menjadi lebih jenuh dan gearbox otomatis akan lebih cepat panas. Selain itu, suhu oli juga menjadi lebih tinggi ketika mode manual. Hal ini dapat menyebabkan transmisi mengalami overheat.

2. Transmisi Otomatis Mudah Rusak

Penumpukan torsi bisa terjadi ketika mengendarai mobil bertransmisi otomatis dengan mode manual. Hal ini disebabkan oleh perpindahan gigi yang dilakukan saat putaran mesin cukup tinggi. Akibatnya, kerja komponen gearbox akan lebih terbebani.

Selain itu, komponen gearbox akan lebih mudah aus. Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, maka perpindahan gigi bisa selip dan terasa menyangkut.

Tips Memakai Mode Manual pada Mobil Matik

Agar penggunaan mode manual lebih optimal, ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh

1. Menyesuaikan dengan Kebutuhan

Supaya pemakaian mode manual lebih optimal, gunakanlah sesuai dengan kebutuhan. Gunakan mode manual ketika berada di tanjakan atau turunan yang berliku. Selain itu, mode manual juga bisa digunakan saat berada di jalan tol. Mode manual bisa digunakan apabila ingin menyalip kendaraan di depan dan torsi mobil terasa kurang.

2. Di Non-Aktifkan Ketika Tidak Dipakai

Setelah menggunakan mode manual, segera kembalikan ke mode otomatis. Pindahkan transmisi ke mode D atau mode normal. Pemakaian dari mode manual tentu akan lebih optimal jika dilakukan demikian.

mobil terkait

Rp 601.150.000

Individu

JAKARTA PUSAT

Rp 331.100.000

Individu

JAKARTA PUSAT

Rp 309.100.000

Individu

JAKARTA PUSAT

Rp 1.605.600.000

Individu

JAKARTA

Rp 275.000.000

Individu

BANDUNG


Kembali ke atas